HeadlineTulisan

Ahok: Digitalisasi Fuel Terminal Pertamina Boyolali Pantas Jadi Percontohan

0

Guna mewujudkan pelayanan Pertamina yang optimal dan akurat kepada masyarakat, Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mendorong transformasi digital di jaringan kerja Pertamina. Karena itu, Ahok bersama Dewan Komisaris Pertamina meninjau hasil integrasi digitalisasi SPBU dengan Fuel Terminal (FT) Boyolali Jawa Tengah.

Dalam peninjauan ini, Ahok bersama Dewan Komisaris lainnya -Ego Syahrial, Condro Kirono dan David Bingei – melihat dari dekat kondisi lapangan di FT Boyolali. Kunjungan mereka diterima langsung oleh Executive General Manager Pertamina Pemasaran Regional Jawa Bagian Tengah, Sylvia Grace Yuvenna.

Pada kesempatan tersebut, Dewan Komisaris ingin memastikan kehandalan integrasi digitalisasi SPBU dengan FT Boyolali dalam penyaluran bahan bakar minyak (BBM) dari tangki penyimpanan di Fuel Terminal hingga disalurkan ke SPBU.

Ahok mengungkapkan, integrasi digitalisasi tersebut merupakan salah satu upaya Pertamina dalam menghadirkan pelayanan yang optimal dan akurat kepada masyarakat dalam menyediakan kebutuhan bahan bakar.

“Sistem pemantauan secara real time ini sangat penting untuk menjamin pelayanan dan kegiatan operasional penyaluran dan penerimaan BBM tidak terganggu,” imbuh Basuki.

Ahok menyampaikan apresiasinya terhadap implementasi digitalisasi di FT Boyolali. Dia berharap digitalisasi di FT Boyolali bisa dijadikan sebagai percontohan  untuk fuel terminal lainnya.

“Kami mengapresiasi kesiapsiagaan penyaluran BBM yang dijalankan FT Boyolali melalui sistem pengawasan pendistribusian yang telah berjalan dengan baik. Kami juga berharap agar sistem digitalisasi ini diterapkan diseluruh TBBM dan terintegrasi juga dengan digitalisasi SPBU,” tuturnya.

Executive General Manager Pertamina Pemasaran Regional Jawa Bagian Tengah, Sylvia Grace Yuvenna mengungkapkan, program digitalisasi merupakan upaya Pertamina dalam memetakan seluruh aspek bisnis hilir agar mendapatkan data dan informasi secara real time sehingga optimalisasi pelayanan, penyaluran dan kehandalan suplai akan terjamin.

Selain itu, imbuh Sylvia, digitalisasi juga membantu Pertamina, mulai dari proses penyimpanan dan pengiriman di fuel terminal hingga diterima di SPBU dan dikonsumsi oleh masyarakat atau konsumen.

“Penggunaan sistem digital membuat Pertamina lebih siaga dalam mengirimkan BBM tambahan ke SPBU, tanpa harus menunggu stok BBM habis (auto replenishment system) sehingga meminimalisir terjadinya kelangkaan BBM di SPBU,” tutup Sylvia.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *