HeadlineTulisan

Awas, Tingginya Kandungan Sulfur Premium Bisa Merusak Mesin

0

Kandungan sulfur atau belerang dalam bahan bakar minyak (BBM) Premium dinilai melebihi ambang batas. Hal inilah yang diduga menjadi penyebab onderdil kendaraan bermotor jadi mudah rusak, seperti pernah dialami ratusan armada Taksi Gamya.

Presiden Direktur Taksi Gamya, Mintarsih A. Latif, pernah mengungkap hasil uji coba penggunaan Premium di laboratorium Thailand. “Dari hasil uji coba di Thailand ditemukan bahwa kandungan sulfurnya terlalu tinggi dan bisa membuat rusak onderdil,” kata Mintarsih A. Latif.

Menurut Mintarsih, uji laboratorium ke Thailand dilakukan sebagai upaya mendapatkan opini kedua sehubungan dengan adanya kerusakan pompa bahan bakar sejumlah taksi milik armada Gamya. Yang meminta pengujian adalah agen tunggal pemegang merek (ATPM) mobil-mobil yang digunakan Gamya.

“ATPM itu sudah melakukan uji coba ke dua laboratorium berbeda (di Indonesia) sebanyak empat kali. Hasilnya, (semuanya) sesuai standar.”

Namun hasil berbeda ternyata diperoleh dari pengujian di Thailand. Gamya melakukan uji kualitas Premium di laboratorium Thailand karena seperempat unit armadanya mengalami kerusakan suku cadang. “Ada 260 unit taksi dari total 1.000 unit yang beroperasi rusak,” kata Mintarsih.

Seperti diketahui, para aktivis lingkungan Indonesia sudah seringkali mendesak pemerintah agar menghapus Premium karena hasil emisi gas buang dinilai mencemari udara. Salah satu penyebabnya adalah tingginya kandungan sulfur dalam Premium. Sayangnya, upaya penghapusan BBM Premium selalu menimbulkan pro-kontra.

Menurut Ketua Peneliti Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), Ahmad Safrudin, kandungan sulfur pada Premium RON88 mencapai 200 PPM (Part Per Million), timbal 0,005 gram per liter.

Ahmad Safrudin mengatakan, kadar sulfur yang tinggi tidak baik bagi kondisi mesin. “Iya terlebih untuk mobil-mobil saat ini yang telah dilengkapi sejumlah fitur mesin modern. Toleransi sulfur untuk mobil-mobil sekarang adalah 50 PPM. Indonesia tergolong negara dengan kualitas BBM terburuk, bahkan dibanding negara-negara Afrika sekalipun,” katanya.

Sulfur ini merupakan bawaan dari crude oil. “Selain itu dari kilang-kilang kita juga mempengaruhi jumlah sulfur. Dampak sulfur pada mesin mobil cukup jahat. Diantaranya fuel pump yang rentan rusak, karena sulfur berpotensi menghantarkan listrik. Kemudian menyumbat fuel injection,” jelas Ahmad Safrudin.

Kenapa Polusi Udara Bisa Bikin Mandul? Ini Penjelasan Para Pakar

Previous article

Meski Ada SPBU Terendam Banjir, Pertamina Pastikan Distribusi BBM Tetap Lancar

Next article

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *