HeadlineTulisanVideo

Banyak Dipakai Orang Kaya, Subsidi LPG 3 Kilogram Diubah Bantuan Sosial Non-Tunai Mulai 2022

0

Distribusi subsidi Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram yang dialokasikan untuk warga miskin, ternyata tidak tepat sasaran. Sebab, fakta di lapangan menunjukkan bahwa LPG 3 kilogram justru banyak dipakai oleh orang kaya. Karena itu, Badan Anggaran (Banggar) DPR mendorong alokasi subsidi energi ini diubah menjadi bantuan sosial non-tunai mulai tahun 2022.

Hal ini dipaparkan Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Said Abdullah, usai rapat dengar pendapat dengan Kementerian Keuangan di DPR. Said Abdullah mengatakan, pengalihan subsidi dalam bentuk bantuan sosial ini akan dilakukan berdasar data yang disesuaikan dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial.

Menurutnya, pengganti subsidi akan diberikan dalam bentuk non tunai yang diserahkan langsung kepada masyarakat agar tepat sasaran. Dalam pelaksanaannya, bisa disatukan dalam Program Keluarga Harapan (PKH), sehingga lebih efisien, tepat guna, dan tepat sasaran. “Dalam jangka panjang mempergunakan sidik jari atau biometrik,” ujarnya.

Jika subsidi LPG sudah tidak lagi ditujukan pada barang, maka harga jual LPG tabung 3 kg akan ditentukan sesuai dengan harga pasar. Artinya, harga LPG 3 kg akan naik sesuai dengan harga pasar. “Kalau uang (bansos/ subsidi) langsung diterima masyarakat, harganya kan jadi sesuai keekonomian,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mengusulkan perubahan skema pemberian subsidi Liquefied Petroleum Gas (LPG) tabung 3 kg menjadi tertutup mulai 2022.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu mengungkapkan pemerintah berencana mengubah skema pemberian LPG tabung 3 kg ini menjadi pemberian perlindungan sosial langsung kepada orang yang berhak. Dengan demikian, subsidi energi ini ditargetkan menjadi tepat sasaran.

“Secara garis besar, adalah transformasi subsidi berbasis orang. LPG misalnya, diarahkan ke perlindungan sosial. Harapannya, ini bisa kita lakukan 2022,” ujar Febrio.

Dia mengakui, rencana perubahan skema subsidi LPG 3 kg ini tak terlepas dari penerima subsidi yang tidak tepat sasaran. Dia mengatakan, 36% total subsidi itu dinikmati 40% warga termiskin. Sementara 40% warga terkaya menikmati subsidi lebih besar, yakni 39,5% dari total subsidi. “Itu yang nggak adil,” imbuhnya.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *