HeadlineTulisanVideo

Bikin Konsumen Tinggalkan Premium, Program Langit Biru 2021 Diperpanjang 6 Bulan

0

Pelaksanaan Program Langit Biru yang digelar PT. Pertamina pada tahun 2020 terbukti membuat konsumen meninggalkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium RON88. Karena itu, Program Langit Biru yang digelar tahun 2021 ini diperpanjang selama 6 bulan.

Sales Area Manager Pertamina Jakarta-Bogor-Depok, Fanda Chrismianto, saat tampil sebagai pembicara dalam webinar bertema “Mendorong Penggunaan BBM Ramah Lingkungan” yang digelar YLKI dan KBR.

Kenapa Program Langit Biru tahun 2021 ini diperpanjang selama 6 bulan? Menurut Fanda Chrismianto, Program Langit Biru sengaja digelar dalam jangka panjang untuk memberikan pengalaman kepada para pengguna BBM jenis Premium agar menggunakan BBM lebih berkualitas jenis Pertalite. Setelah mengetahui keuntungan menggunakan BBM berkualitas, diharapkan para konsumen akan meninggalkan BBM Premium.

Seperti diketahui, Program Langit Biru PT. Pertamina ini awalnya digelar di Denpasar, Bali, selama dua bulan mulai November 2020 lalu dengan menjual Pertalite dengan harga khusus seharga Premium. Pelaksanaan Program Langit Biru itu kemudian dilanjutkan ke Tangerang dan berbagai daerah hingga meluas di seluruh Jawa, Madura dan Bali (Jamali).

Fanda Chrismianto mengatakan, hasil dari penjualan Pertalite dengan harga khusus itu akhirnya membuat para pengguna Premium berlaih menggunakan Pertalite seterusnya. Hasilnya, penjualan BBM jenis Pertalite kini memiliki pangsa pangsar tertinggi.

Disebutkan, pelaksanaan Program Langit Biru dinilai mampu mengubah mind side masyarakat bahwa penggunaan BBM murah ternyata belum tentu lebih hemat. Faktanya, penggunaan BBM Premium justru bisa lebih boros karena dampaknya bisa membut mesin cepat rusak dan sering masuk bengkel. Di sisi lain, polusi yang ditimbulkan Premium bisa menimbulkan aneka penyakit yang  ujungnya membuat konsumen harus mengeluarkan biaya pengobatan.

Untuk itu, tambah Fanda Chrismianto, pada tahun 2021 Pertamina menggelar Program Langit Biru dalam jangka panjang selama 6 bulan dengan harga khusus, lebih hemat Rp 800 per liter.

“Ada masyarakat yang masih belum mempunyai awareness yang baik, masih mempunyai mindset bahwa dengan bahan bakar yang lebih rendah maka pengeluaran saya akan lebih rendah. Padahal dimensi biaya itu tidak bisa dipisah-pisahkan, tapi terintegrasi dengan biaya kesehatan kita, bagaimana dengan biaya perawatan kendaraan kita, apalagi dengan bahan bakar yang tidak sesuai spek,” ungkap Fanda.

Awas Gonta-ganti BBM Beda Produsen Berdampak Buruk

Previous article

Usai Raih Laba di Tahun 2020, Pertamina Dituntut Bangkitkan Bisnis Hulu Migas

Next article

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *