HeadlineTulisan

Bisnis Pertashop Makin Menggoda: Lebih Aman dan Tahan Ledakan, Omsetnya Bisa Rp 14 Juta Sehari

0
Pertashop di Jawa Timur dorong kegiatan ekonomi

Ribuan pengusaha lokal kini telah resmi menjadi mitra PT. Pertamina dalam mendirikan Pertashop di pedesaan. Jumlah pengelola Pertashop itu semakin meningkat tiap bulan karena usaha distribusi BBM ini mendapat jaminan keamanan dari PT. Pertamina dan memiliki potensi keuntungan cukup besar. Bahkan, omset penjualan Pertashop bisa mencapai Rp 14 juta sehari.

Apa jaminan keamanannya?  Tempat penampunag BBM di Pertashop dibangun dengan sertifikasi internasional yang dirakit oleh Pertamina bersama PT. Pindad. Sehingga, sampai kini belum ada Pertashop yang mengakami kebakaran atau ledakan. Karena itu, usaha Pertashop jauh lebih aman dibandingkan dengan Pertamini ilegal yang sering mengalami kebakaran dan ledakan.

Direktur Pemasaran Ritel Pertamina, Ma’sud Khamid mengatakan, Pertashop diawasi langsung oleh Pertamina. Pasokan BBM langsung dilakukan oleh Pertamina. Jadi, secara kualitas dan stok bahan bakarnya pasti terjamin.

“Ini resmi dari Pertamina, beda sama sekali (dengan Pertamini). Sehingga harga, mutu, dan pasokan dijamin sama dengan di SPBU-SPBU besar yang kami kelola,”  jelas Ma’sud Khamid.

Menurut Ma’sud Khamid, ada tiga jenis Pertashop yang dikembangkan Pertamina berdasar tingkatan modal, syarat dan keuntungan yang berbeda-beda. Ketiga tingkatan tersebut adalah pertashop Gold, Platinum dan Diamond.

Pertashop Gold
Merupakan tingkatan dengan modal awal paling rendah, meski begitu bisa menghasilkan omset hingga Rp 7,5 juta per bulannya. Modal atau investasi yang dibutuhkan untuk membangun Pertashop Gold sebesar Rp 300 juta, atau setara dengan harga KIA Seltos yang dibanderol mulai Rp 295 jutaan OTR Jakarta.

Selebihnya, Pertashop Gold baru dapat dibangun apabila jarak dari desa ke SPBU lebih dari 10 kilometer, atau berdasarkan hasil evaluasi langsung di lapangan. Pertashop Gold ini membutuhkan lahan seluas 144 meter persegi dan memiliki kapasitas penyaluran BBM sebesar 400 liter per hari.

Pertashop Platinum
Untuk Pertashop Platinum membutuhkan lahan sebesar 200 meter persegi dengan modal atau investasi awal Rp 500 juta.

Berbeda dengan Pertashop Gold, untuk yang versi Platinum ini memiliki tangki penyimpanan sebesar 10 kiloliter dan hanya bisa dibangun di kecamatan yang belum memiliki SPBU. Selain itu, Pertashop Platinum memiliki kapasitas penyaluran BBM sebesar 1.000 liter perhari dengan potensi omset di kisaran Rp 4,75 juta – Rp 12,5 juta per bulan.

Pertashop Diamond
Untuk Pertashop Diamond membutuhkan lahan sebesar 500 meter persegi dan hanya bisa dibangun di kecamatan yang belum memiliki SPBU.

Tidak seperti Pertashop Platinum yang tangki penyimpanan BBM berada di atas tanah, Pertashop Diamond memiliki tangki timbun sebesar 10 kiloliter.

Pertashop Diamond juga bisa menyalurkan BBM sebanyak 3.000 liter dan memiliki potensi omset di kisaran Rp 14 juta – Rp 28 juta dalam sehari. Dalam Pertashop Diamond juga menyediakan tempat untuk membangun minimarket di atas lahan sebesar 500 meter persegi.

Pertamina terus membuka peluang kerja sama dengan para pengusaha lokal untuk mendirikan Pertashop di pedesaan. Persayaratnnya cukup mudah, bisa disimak di link ini https://kemitraan.pertamina.com/dashboard/info/pertashop.html

Warga Senang Ada Pertashop di Kalimantan, Harga Pertalite di Pengecer Tembus Rp 11.000 Seliter

Previous article

Ingin Nikmati LPG Tanpa Antre? Kini Ada Promo GasKita di Jakarta dan Sekitarnya

Next article

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *