HeadlineTulisan

Dampak Program Langit Biru. Konsumsi BBM Premium di Makassar Anjlok Tinggal 10%

0

Tren penggunaan bahan bakar minyak (BBM) berkualitas non-subsidi terus meningkat menyusul adanya pelaksanaan Program Langit Biru (PLB) di sejumlah daerah di Pulau Sulawesi. Di Kota Makassar misalnya, konsumsi Premium turun drastis tinggal 10% saja, sedang BBM berkualitas non-subsidi sebesar 90%.

Senior Supervisor Communication and Relations PT Pertamina (Persero) Regional Sulawesi, Taufiq Kurniawan mengatakan, merujuk data konsumsi minggu pertama di bulan April, penggunaan premium di sejumlah kota besar di Pulau Sulawesi mengalami penurunan. Sebaliknya, untuk penggunaan BBM berkualitas non-subsidi trennya meningkat.

Taufiq Kurniawan mencontohkan, sebelum pemberlakuan PLB konsumsi Premium di Kota Makassar mencapai  70% sedang BBM berkualitas non-subsidi mencapai 30%. Setelah pemberlakuan PLB, konsumsi Premium jadi 10% saja dan BBM berkualitas non-subsidi mencapai 90%. Sementara rerata konsumsi harian 669 kiloliter (KL) sebelum PLB dan setelahnya menjadi 700 KL per harinya.

“Jadi setelah sekitar mungkin hampir tiga minggu pemberlakuan PLB di Makassar dan satu bulan pemberlakuan PLB di kota kabupaten di Sulawesi, itu dari data tersebut menunjukkan bahwa adanya antusiasme masyarakat untuk beralih ke bahan bakar berkualitas,” ujarnya.

Seperti diketahui, Pertamina menghadirkan Program Langit Biru di Makassar pada Maret 2021 dengan menghadirkan harga khusus BBM jenis Pertalite dengan harga setara Premium di beberapa SPBU, yakni Rp 6.450,- per liter. Potongan harga Pertalite Rp 1.400 per liter itu diberikan kepada pengguna kendaraan bermotor roda dua dan roda tiga, mobil berplat kuning seperti angkutan umum kota (angkot/pete-pete) dan taksi.

Melalui program promosi tersebut, Pertamina mengajak masyarakat Makassar beralih ke BBM berkualitas setara Pertalite RON 90 untuk menekan polusi udara. Sebab, emisi gas buang dari BBM oktan rendah setara Premium RON88 terlalu tinggi.

Selain digelar di Makassar, Program Langit Biru juga dilaksanakan di sejumlah daerah lainnya, seperti Kendari, Manado, dan Gorontalo. Pasca pelaksanaan Program Langit Biru, tren penggunaan Premium juga terjadi di Kendari, Manado, dan Gorontalo.

Taufiq Kurniawan bersyukur karena antusiasme masyarakat Sulawesi terhadap PLB cukup tinggi. Karena itu, Pertamina akan terus memperluas pelaksanaan PLB di kota-kota serta kabupaten lainnya. “Namun perlu dicatat bahwa kita tidak sama sekali menghapuskan premium atau menargetkan penghapusan premium sampai dengan 0%, karena sepanjang masih ditentukan pemerintah menyalurkan premium, kita masih menyalurkan premium,” terangnya.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *