HeadlineTulisanVideo

Demi Keseimbangan Ekonomi, Erick Thohir Ajak GP Ansor Tumbuh Jadi Wirausaha Pertashop

0

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, berkomitmen ingin membangun ekonomi Indonesia agar tumbuh seimbang antara yang kaya dengan yang miskin. Karena itu, Erick Thohir mendorong GP Ansor untuk tumbuh menjadi wirausaha Pertashop melalui kerja sinergi bersama PT Pertamina (Persero) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero).

Hal itu dipaparkan Erick Thohir dalam webinar bertema “Penguatan Sinergi BUMN dengan Ansor: Pengembangan UMKM Sahabat Ansor melalui Program Pertashop” yang digelar BNI bersama Pertamina, Rabu (11/8/2021).

“Saya berkomitmen untuk menjaga ekonomi Indonesia yang seimbang, tidak hanya yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin. Untuk itu, kita harus saling berkolaborasi, bersinergi, untuk saling menguatkan, salah satunya membangun ekonomi bersama Ansor, bersama pesantren, agar ekonomi Indonesia tumbuh yang seimbang,” tegas Erick Thohir.

Erick Thohir menyampaikan, saat ini GP Ansor memiliki sekitar tujuh juta kader. Mayoritasnya berada di level ekonomi menengah ke bawah dan masih sedikit yang berjiwa kewirausahaan. Melalui sinergisitas ini, harapannya akan lahir lebih banyak wirausaha baru dari kader GP Ansor.

“Peluang bisnis Pertasop ini insyaallah bisa dijangkau oleh teman-teman yang ada di jaringan GP Ansor. Tentu nanti tidak hanya bagaimana sumber pembiayaannya, tetapi juga bagaimana pelatihan-pelatihan diupayakan agar nanti ada yang naik kelas,” katanya.

Erick menambahkan, dirinya juga sudah meminta adanya tim khusus yang mengkurasi dan mempercepat keberadaan Pertashop untuk bisa mencapai tujuan one village one outlet, menghadirkan 10.000 outlet Pertashop di 7.196 kecamatan di seluruh Indonesia.

“Ini menjadi sumber kemaslahatan umat dari berbagai sisi. Pertama membuka peluang usaha, kedua menyerap tenaga kerja, dan ketiga membantu masyarakat di lingkungan pesantren dan pedesaan yang selama ini belum terlayani lembaga penyalur BBM seperti SPBU. Pertashop ini dapat memberikan pelayanan BBM berkualitas dengan harga yang sama dengan SPBU,” kata Erick.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menyampaikan, saat ini baru 43% dari total kecamatan di seluruh Indonesia yang memiliki lembaga penyalur BBM. Artinya masih ada 57% kecamatan yang belum memiliki lembaga penyalur BBM. Melalui kerja sama dengan GP Ansor, harapannya semakin banyak wilayah yang memiliki lembaga penyalur BBM, minimal satu outlet di satu desa.

“Kami berharap dengan kerja sama ini, seluruh UMKM sahabat GP Ansor dapat membantu pemerintah menyalurkan BBM dan LPG yang kualitasnya baik dengan harga yang sama di seluruh Indonesia, sehingga apa yang diharapkan yaitu energi yang berkeadilan dapat terwujud,” kata Nicke.

Sementara Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar, sangat berharap kerjasama antara BNI, Pertamina dan Ansor ini bisa menumbuhkan ekonomi. “BNI berperan sebagai penyaluran keuangan dengan bunga yang relatif murah dan ringan. Kerjasama ini menjadi momen yang tepat untuk bersinergi membentuk kluster – kluster dalam membangun ekonomi,” papar Royke.

Dalam kesempatan ini, Ketua Umum PP GP Ansor yang juga Menteri Agama, H. Yaqut Cholil Qoumas, mengungkapkan bahwa kolaborasi ini sangat penting dalam memberikan daya ungkit bagi kebangkitan ekonomi. “Saya berpesan kepada kader Ansor manfaatkan kesempatan ini. Jangan menganggap hal ini sepele tapi kerjakan dengan baik untuk kepentingan kita bersama, semoga Pertashop bisa hadir di tengah masyarakat yang di kelola oleh Kader Ansor seluruh Indonesia, ” jelas Yaqut.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *