HeadlineTulisanVideo

Dengan Modal Rp 80 Juta Sudah Bisa Buka Usaha Pertashop

0

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati mengatakan, dalam jangka panjang Pertamina menargetkan bisa mendirikan 44.558 outlet Pertashop. Target itu ditetapkan mulai 2021-2024 dengan target penambahan sekitar 1.000 outlet per tahun.

“Untuk lokasinya sendiri ditetapkan di kecamatan yang belum ada SPBU. Lalu juga desa atau kecamatan yang jaraknya 10 kilometer (km) dari SPBU terdekat dengan potensi demand BBM 400 liter per hari,” katanya.

Sementara Direktur PT Pertamina Patra Niaga, Mas’ud Khamid, menjelaskan bahwa Pertashop adalah lembaga penyalur resmi Pertamina dengan skala kecil. “Pertashop untuk melayani kebutuhan BBM Non Subsidi, LPG Non Subsidi dan juga produk ritel Pertamina lainnya yang tidak atau belum terlayani oleh lembaga penyalur resmi” ujarnya.

Untuk mendirikan Pertashop cukup mudah. Dengan modal awal Rp 80 juta, pengusaha lokal di pedesaan sudah membuka Pertashop melalui kerja sama dengan Pertamina.

Ada dua skema bisnis membuka SPBU Pertashop, yaitu Skema DODO dan Skema CODO. Dalam Skema DODO, biaya investasi dan biaya operasional seluruhnya ditanggung mitra, yakni Rp 250 juta.

Dalam Skema CODO, biaya investasi dilakukan oleh Pertamina, sementara mitra hanya mengeluarkan biaya untuk kebutuhan operasi. Dalam skema ini mitra cukup mengeluarkan kocek sekitar Rp 80 juta.

Kelebihan dari Pertashop antara lain adalah ada jaminan keamanan dari PT. Pertamina. Sebab, penampung BBM dalam Pertashop telah diuji oleh PT. Pindad dan Pertamina dengan sertifikasi internasional. Sehingga tahan dari ancaman kebakaran maupun ledakan.

Hasil Riset, Polusi Udara Bisa Timbulkan Kemandulan

Previous article

Kenapa Polusi Udara Bisa Bikin Mandul? Ini Penjelasan Para Pakar

Next article

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *