HeadlineTulisanVideo

Di Balik Viral Warga Satu Desa Borong Mobil, Pertamina akan Bangun Kilang Tercanggih di Dunia

0

Warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur mendadak jadi perhatian. Gara-garanya, warga satu desa kompak memborong mobil baru setelah mendapat ganti untung dari PT. Pertamina sekitar Rp 8 miliar per warga. Video borong mobil warga Desa Sumurgeneng itu akhirnya jadi viral di media sosial.

Kenapa Pertamina berani membayar mahal untuk ganti untung tamah warga desa di Kabupaten Tuban? Belakangan terngkap, PT. Pertamina ternyata ingin membangun kilang tercanggih di dunia untuk produksi pertro kimia dan bahan bakar minyak (BBM) ramah lingkungan berstandar EURO5.

Diketahui warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Tuban mendadak menjadi miliarder setelah menjual tanah ke PT Pertamina. Lahan itu akan dibangun kilang minyak grass root refinery (GGR) oleh Pertamina dan Rosnef asal Rusia dan ditargetkan beroperasi pada 2026.

Kilang minyak itu disebut akan jadi yang tercanggih di dunia karena perusahaan ini akan jadi perusahaan yang sangat ramah lingkungan.

Dilansir dari kemlu.go.id, PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP) menandatangani perjanjian kontrak dengan Spanish Tecnicas Reunidas SA (TRSA) di Moskow, Rusia (28/10/2019).

Penandatanganan dilakukan oleh Kadek Ambara Jaya, Project Coordinator NGRR Tuban dari Pertamina, Pavel Vagero, Finance Director PT. PRPP dari Rosneft, dan Miguel Paradinas, Direktur Jenderal TRSA.

Penandatanganan disaksikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Energi, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Menko Perekonomian RI, Montty Giriana dan Kuasa Usaha Ad Interim/Wakil Duta Besar RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, Azis Nurwahyudi.

PRPP merupakan usaha patungan (joint venture) antara Pertamina dan Rosneft dengan kepemilikan saham Pertamina 55% dan Rosneft 45%.

Dikutip dari Surya.co.id.com, Rabu (17/2/2021), kilang minyak di Tuban ini diperkirakan akan memiliki kapasitas produksi sebesar 300.000 per hari.

Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi mengatakan proyek ini merupakan realisasi kunjungan kerja Jokowi ke Sochi, Rusia.

“Proyek ini adalah realiasi dari hasil kunjungan Presiden Joko Widodo ke Sochi, Rusia pada Mei 2016 dan Alhamdulillah setelah semua permasalahan dapat diselesaikan kedua pihak,” kata Dubes Wahid.

Lalu dapat memproduksi petrokimia sebesar 4.25 juta ton per tahun. Seluruh BBM yang diproduksi di Kilang Tuban memiliki standar terbaik di dunia yakni EURO5.

Demi Keadilan Energi dan Cinta Lingkungan, Pertamina Perbanyak Pertashop di Sumbagsel

Previous article

Penerapan Low Emission Zone di Kota Tua untuk Turunkan Emisi 26%

Next article

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *