HeadlineTulisan

Direktur KPBB Minta Pertamina Diskon Pertamax, Bukan Pertalite

0

Program Langit Biru (PLB) yang digelar Pertamina dengan memberi diskon harga Pertalite (Ron 90) menjadi setara Premium (Ron 88) di sejumlah daerah. mendapat tanggapan positif dari warga. Bahkan, ada warga yang meminta potongan harga Pertalite ini diterapkan seterusnya.

Namun Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), Ahmad Safrudin, memberikan tanggapan yang berbeda. Menurut Safrudin, seharusnya Pertamina menurunkan harga Pertamax (Ron 92) yang lebih sesuai dengan standar Euro 4 agar masyarakat mau beralih ke BBM yang lebih ramah lingkungan. Sebab menurutnya, Pertalite sendiri kualitasnya hampir sama dengan Premium, yakni sama-sama merupakan BBM yang tak ramah lingkungan.

“Harapannya dari Premium masyarakat beralih ke Pertamax langsung. Jadi jangan turunkan harga Pertalite. Yang harus diturunkan justru Pertamax,” ujar Ahmad dalam webinar yang diselenggarakan YLKI, 27 November 2020.

Ahmad mengungkapkan, lembaganya telah melakukan survei terkait hal ini. Menurutnya, pertimbangan masyarakat memilih Premium ketimbang Pertamax yakni dari segi harga yang lebih murah. Adapun faktor keamanan dan keawetan mesin cenderung diabaikan oleh masyarakat.

Padahal, lanjut Ahmad, Standar Euro IV yang ditetapkan lewat Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 20 Tahun 2017  merupakan amanat dari Undang-undang Dasar 1945 Pasal 28H, UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.

“Konsekuensinya adalah penggunaan BBM yang tidak memenuhi syarat untuk Kendaraan Berstandard Euro IV harus dihentikan,” ujar Ahmad.

Bahkan, selain Premium, ia mengatakan Pertalite RON 90, Solar CN48, dan Dexlite CN51 tidak memenuhi syarat kendaraan berstandar Euro II, apalagi untuk standar Euro IV, sehingga harus dihapus juga penggunaannya.

“Pertalite Ron 90 jelas tidak memenuhi syarat untuk program langit biru, jadi jangan sampai itu di sesatkan ke masyarakat, sampai masyarakat nanti berbondong-bondong membeli Pertalite 90 karena berfikiran akan membantu pemerintah dalam pengendalian pencemaran udara,” tegasnya.

Untuk itu, Ahmad Safrudin mengusulkan agar PT Pertamina (Persero) memberi promo atau diskon pada Pertamax RON 92, ketimbang memberi diskon pada Pertalite RON 90.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *