HeadlineTulisanVideo

Gaikindo Ingin Melompat Langsung Terapkan Standar EURO6 untuk Mesin Diesel

0

Rencana pemerintah menerapkan standar emisi EURO4 untuk mesin diesel pada tahun 2021 akhirnya ditunda selama satu tahun. Penundaan penerapan standar emisi EURO4 mesin diesel ini berdasar permintaan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) karena kalangan industri belum siap akibat terdampak pandemi Covid-19.

Meski ada penundaan, Gaikindo menyatakan ingin melompat langsung untuk menerapkan standar emisi EURO6 pada produk kendaraan mesin diesel. Artinya, kalangan industri otomotif Indonesia mendukung upaya pengurangan emisi gas buang guna mewujudkan kualitas udara lebih bersih.

Keinginan Gaikindo yang akan langsung melompat menerapkan standar emisi EURO6 tersebut diungkapkan oleh Direktur Pengendalian Pencemaran Udara KLHK, Dasrul Chaniago, dalan diskusi virtual yang digelar YLKI belum lama ini.

Sebelumnya, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Yohannes Nangoi mengakui, pabrikan otomotif Indonesia semula menyetujui penerapan EURO4 diesel berlaku tahun 2021. Selama ini, Gaikindo sudah melakukan persiapan untuk menerapkan teknologi standar EURO4.

Sayangnya, persiapan Gaikindo menerapkan standar EURO4 akhirnya terhenti akibat terpukul dampak pandemi Covid-19. “Banyak teknisi kami dari luar negeri untuk bantuin ini pulang. Jadi terhenti. Karena terhenti maka kami minta kepada pemerintah untuk dimundurkan. Karena teknisi pulang ke negara masing-masing,” jelas Yohannes Nangoi.

Nangoi menjelaskan, untuk menyesuaikan kendaraan diesel dengan standar emisi EURO4 butuh waktu, sebab mayoritas mobil diesel yang beredar di dalam negeri punya kandungan lokal tinggi. “Karena mobil diesel Indonesia kebanyakan lokal komponennya tinggi. Jadi diperlukan waktu untuk melakukan perubahan,” kata Nangoi.

Sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 20 tahun 2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor, standar emisi EURO4 diterapkan bagi mobil bermesin bensin pada 2018, sementara kendaraan diesel pada 2021. Namun, karena Gaikindo belum siap, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akhirnya menerbitkan surat No S 786 tahun 2020 soal penerapan standar EURO4 diesel akan dimulai tahun 2022.

Sementara Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiadi menjelaskan alasan lain penundaan yakni untuk memberi waktu bagi Pertamina siap memproduksi jenis bahan bakar diesel EURO4. “Jadi 2022 itu kami sudah siap (fasilitas uji tipe diesel EURO4), tadinya kan 2021. Jadi sekaligus persiapan bahan bakarnya dari Pertamina,” kata Budi.

Konsumsi Premium Turun 1.000 Kiloliter, Program Langit Biru di Purwasuka Diperpanjang

Previous article

BBM Premium Sering Diusulkan Dihapus Karena 5 Alasan Ini

Next article

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *