HeadlineTulisan

Gaya Hidup Warga Makassar Tergolong Buruk, Paling “Rakus Minum” Premium

0

Gaya hidup masyarakat Makassar tergolong buruk karena dinilai masih gemar mengkonsumsi bahan bakar minyak (BBM) kotor jenis Premium RON88. Faktanya, hingga Februari 2021 konsumsi BBM Premium di Makassar mencapai 67 persen dan tergolong paling “rakus minum” Premium di Sulawesi.

Hal ini terungkap dalam acara Ngovi (Ngobrol Virtual) bertema “BBM Berkualitas Untuk Udara Lebih Bersih dan Sehat” yang digelar Tribunnews Makassar.

Dalam acara ini, Direktur Eksekutif Daerah Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulsel, Muhammad Al Amien mengatakan, pada era seperti sekarang ini masyarakat bisa dibilang keren ketika ramah lingkungan. Soalnya,  semakin hari kualitas lingkungan terus mengalami penurunan.

“Kalau melihat tren, kita berada pada situasi masih kondusif. Akan tetapi, jika tidak dibarengi perubahan lifestyle maka kualitas udara tentu tak lagi sehat dan berdampak pada diri sendiri, orang sekitar dan juga lingkungan,” katanya.

Menurut Amien, masyarakat khususnya generasi muda paham betul bahwa perilaku berkontribusi terhadap baik buruknya udara dan lingkungan. Untuk itu, anak muda Indonesia harus seharusnya mampu memitigasi dan merubahnya dari sekarang.

“Salah satu alasan udara terjaga karena masih ada vegitasi hutan. Bayangkan saja kalau hal tersebut menurun lalu ditambah masyarakat tidak ramah lingkungan, Imbasnya tentu akan semakin buruk,” jelasnya.

Amien membeberkan, salah satu gaya hidup buruk di Makassar ialah penggunaan BBM yang buruk. “BBM yang kita konsumsi kualitasnya rendah, tentu saat masuk dalam mesin terdapat kandungan karbon berat yang buruk. Imbasnya tentu polusi yang dikeluarkan juga buruk dan merusak lingkungan,” tuturnya.

Dalam dialog ini, Senior Supervisor Communication & Relation PT Pertamina Regional Sulawesi, Taufik Kurniawan, tidak memungkiri bahwa tingkat konsumsi BBM Premium di Makassar masih tinggi.

Hingga Februari 2021, tercatat penggunaan BBM premium masih 67 persen. Angka tersebut turun 2,5 persen dari konsumsi Desember 2020 yakni 70,5 persen. “Konsumsi premium 67 persen, Pertalite 19 persen dan 13 persen Pertamax,” katanya.

Bahkan, menurut Taufik, jumlah konsumsi Premium di Makassar tergolong paling tinggi di Sulawesi. “Di Manado konsumsi premium sudah di bawah 30 persen, lalu Kendari sisa 28 persen. Selebihnya pertalite dan Pertamax. Makanya harapan kami konsumsi premium di Makassar bisa turun menjadi 30 persen hingga akhir tahun,” ujarnya.

Lebih lanjut Taufik menjelaskan, berbagai upaya telah dilakukan Pertamina agar masyarakat move on dan menggunakan BBM berkualitas. “Kita terus melakukan edukasi, sosialisasi, meraih dukungan stakeholder termasuk gencar promo agar masyarakat segera beralih. Biar kondisi lingkungan kita juga baik,” tuturnya.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *