HeadlineTulisan

Hasil Riset, Polusi Udara Bisa Timbulkan Kemandulan

0

Dampak polusi udara akibat tingginya emisi gas buang kendaraan bermotor maupun industri pabrik, ternyata dapat memicu timbulnya beragam gangguan kesehatan. Selain dapat menimbulkan gangguan pernafasan, gangguan jantung maupun gangguan paru-paru, polusi udara juga dapat mengakibatkan kemandulan. Makanya, tidak salah bila Pertamina sering mengajak masyarakat untuk menggunakan BBM ramah lingkungan dengan RON tinggi atau Cetane Number tinggi.

Menurut data kesehatan yang dipublikasikan New Scientist, paparan tingkat polusi yang tinggi  dapat menurunkan kesuburan. Paparan udara buruk dengan kandungan partikel dan gas nitrogen dioksida yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar dapat menurunkan cadangan ovarium pada perempuan.

Data kesehatan yang dipublikasikan New Scientist mengungkapkan, polusi udara bisa mengakibatkan terjadinya penurunan hormon AMH (Anti Mullerian Hormon) yang terpapar polutan. Hormon AMH merupakan hormon yang mengatur peningkatan jumlah folikel ovarium pada perempuan.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Joan Casey, peneliti kesehatan publik dari University of California di Berkeley. Bagaimana adanya kemungkinan antara kualitas udara yang buruk dan penurunan kesuburan.

Dampak polusi yang signifikan terhadap makhluk hidup pernah diteliti oleh tim peneliti dari Harvard, di mana ditemukan penurunan populasi burung kenari yang habitatnya berada di dekat tambang batu bara.

Sebenarnya World Health Organization (WHO) sendiri sudah mewanti-wanti bagaimana dampak penurunan kesehatan akibat polusi udara. Dua di antaranya yang mendominasi adalah penyakit kardiovaskular dan alzheimer.

Hanya saja menurut hasil penelitian, saat ini dampak polusi udara pada kesuburan lebih bisa terlihat nyata ketimbang kardiovaskular yang efeknya lebih ke jangka panjang.

Bagaimana polusi udara bisa menyebabkan kemandulan? Hal ini disebabkan karena terjadinya peradangan sistemik kronis atau stres biologis pada jaringan reproduksi yang disebabkan oleh polutan.

Sejatinya, partikel-partikel polutan mengandung logam berat yang mungkin mengganggu sistem hormon yang penting untuk reproduksi, polutan juga dapat mengubah atau mengganggu DNA dan bahan genetik lainnya dalam sperma dan telur.

Terkait hal ini, polusi udara dan fertilitas pada manusia, kecenderungan lebih dominan terjadi pada perempuan yang tinggal di kota industri, kota besar yang sarat polusi udara. Walaupun begitu, dikatakan ini tidak menjadi faktor utama. Pastinya, ada beberapa aspek lain yang bisa memengaruhi seperti gaya hidup dan genetik.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *