HeadlineTulisan

Jika Dipaksa Pakai Premium, Teknologi Modern Mobil Terbaru Ini Tak Befungsi

0

Kendaraan produk terbaru yang sudah dilengkapi teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, diharuskan memakai bahan bakar minyak (BBM) beroktan tinggi sekelas Pertamax Series. Bila dipaksa menggunakan BBM oktan rendah sejenis Premium RON-88, teknologi modern yang dipasang tidak akan berfungsi.

Pakar motor bakar Institut Teknologi Bandung (ITB), Iman Kartolaksono Reksowardojo mengatakan, teknologi artificial intelligence tidak bisa mencegah kerugian jika kendaraan dipaksa memakai BBM beroktan rendah. “Programming yang dilengkapi AI memang bisa beradaptasi supaya tidak merusak mesin. Tetapi, tetap saja ada batasnya. Jika terus-menerus memakai BBM beroktan rendah maka tetap merugikan. Karena konsekuensinya adalah penurunan kinerja dan penurunan efisiensi. Selain itu, emisi juga memburuk,” kata Iman yang juga Ketua Ikatan Ahli Bahan Bakar Indonesia (IABI).

Menurut Iman, teknologi artificial intelligence sebenarnya dirancang untuk membuat motor lebih fleksibel terhadap beragam kualitas BBM yang dikonsumsi kendaraan bermotor. Namun fleksibilitas yang bisa diadaptasi melalui Engine Control Unit (ECU) tersebut, memiliki limit dan terdapat sistem yang dikompromikan, misalnya melalui pengapian yang disetel menjadi lebih lambat.

Makanya, teknologi artificial intelligence tetap saja ada kekurangannya. Oleh karena itu kendaraan bermotor yang dilengkapi dengan teknologi artificial intelligence  tetap harus mengonsumsi BBM RON tinggi. “BBM dengan oktan tinggi berdampak positif terhadap kendaraan bermotor. Tidak hanya bagi kendaraan yang dilengkapi dengan teknologi AI, namun juga kendaraan lain,” kata dia.

Iman menambahkan, kendaraan yang diisi dengan Pertamax series akan tahan terhadap temperatur dan tekanan tinggi, sehingga campuran bahan bakar dan udara tidak akan menyala dengan sendiri pada waktu langkah tekan. Dengan demikian, pembakaran hanya berasal dari api busi. Bukan karena temperatur dan tekanan yang tinggi yang berasal bukan dari busi.

Menurut Iman, spesifikasi mesin kendaraan keluaran terbaru memang dirancang untuk BBM dengan RON yang tinggi, dengan demikian, BBM yang dipakai juga harus sesuai. “Kalau motor dirancang untuk oktan tinggi maka harus mempergunakan BBM dengan angka oktan tinggi. Jika tidak, maka akan terjadi off-design operation atau operasi mesin di luar perancangan,” imbuhnya.

Dampak pemakaian BBM beroktan rendah dinilai sangat merugikan. Selain meningkatkan risiko kerusakan motor, BBM beroktan rendah juga memperburuk emisi gas buang kendaraan bermotor, menurunkan unjuk kerja motor, membuat motor mengelitik (knocking), bahkan berpotensi membuat ruang bakar berlubang.

“BBM RON rendah bisa menyebabkan knocking atau mengelitik. Knocking harus dihindari, karena dalam kasus ekstrim bisa merusak mesin, membuat piston berlubang, serta menurunkan efisiensi dan menaikkan emisi gas buang,” katanya.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *