HeadlineTulisan

Kenapa Pertamina Masih Jual Premium, Ahok: Pertamina Masih Edukasi Warga dan Tunggu Keputusan Menteri

0

Kenapa Pertamina masih menjual bahan bakar minyak (BBM) bensin paling busuk sekelas Premium RON88? Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, sempat menyentil Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, terkait masalah penjualan Premium yang masih dilakukan Pertamina.

Ahok akhirnya angkat bicara terkait masalah ini ketika ditanya wartawan di sela kegiatannya di Solo. Menurut Ahok, Pertamina masih akan berkoordinasi dan menanti keputusan kementerian terkait keberadaan Premium di pasaran. “Tanya ke menteri, kami hanya menjalankan,” jelas Ahok.

Menurut Ahok, sejumlah daerah di Indonesia saat ini masih membutuhkan Premium. Karenanya, Pertamina masih menjual bahan bakar beroktan 88 tersebut.

Meski demikian, Pertamina terus berusaha mengajak masyarakat untuk beralih menggunakan Pertalite atau Pertamax sebagai bahan bakar kendaraan. “Kami bikin (program) langit biru untuk mengajak dan mendidik masyarakat supaya meninggalkan premium karena kualitas kurang bagus,” ucap Ahok.

Ahok mengatakan, masyarakat bisa lebih hemat bila menggunakan bahan bakar beroktan 90 ke atas karena bisa menghasilkan pembakaran mesin yang lebih sempurna.

Dengan begitu, silinder atau blok tidak cepat kotor. Kendaraan juga menjadi tidak sering diservis dan pemakaian suku cadang menjadi lebih awet. “Kendaraan-kendaraan sekarang disarankan bukan untuk (mengonsumsi) Premium,” tutur Ahok.

Sebelumnya, Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah menyinggung Ahok soal penjualan Premium yang masih dilakukan Pertamina. Awalnya, Said mengungkapkan rasa penasarannya mengapa Pertamina masih menjual bahan bakar minyak (BBM) jenis premium.

Said juga membandingkan Indonesia dengan negara-negara lain yang kini sudah tidak melakukan penjualan BBM ottan rendah sekelas Premium RON88. “Bensin kenapa kita masih premium, di seluruh dunia sudah enggak ada premium,” kata Said dalam rapat dengar pendapat Badan Anggaran DPR RI, Rabu (7/4/2021).

Politisi kelahiran Sumenep itu menduga, pemerintah kalah dengan importir hingga menjual bensin Premium. Makanya, Said mempermasalahkan mengapa Ahok mengabaikan para importir. “Apa karena pemerintah kalah sama importir (makanya masih jual premium)? Kenapa Ahok tidak ngubek-ngubek importir itu, ya?” tanya Said.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *