HeadlineTulisan

Kenapa Polusi Udara Bisa Bikin Mandul? Ini Penjelasan Para Pakar

0

Jika sudah lama menikah tetapi masih belum dikaruniai anak, ada baiknya perlu memperhatikan kualitas udara di sekitar tempat tinggal. Soalnya, berdasar hasil riset menunjukkan bahwa polusi udara bisa meningkatkan risiko kemandulan atau penurunan kualitas sperma.

Kenapa polusi udara bisa bikin mandul? Akademisi dari Universitas China Hong Kong, dr Lao Xiang Qian, telah memberikan penjelasan terkait pengaruh polusi udara pada kemandulan.

“Saat kita bernapas di daerah dengan tingkat polusi udara yang tinggi, partikulat halus yang mengandung bahan kimia beracun, seperti logam berat masuk ke paru-paru kita, memungkinkan memasuki aliran darah dan dengan demikian merusak air mani,” kata Lao Xiang Qian seperti dilansir Boldsky.

Meskipun efeknya kemungkinan kecil, temuan ini bisa menjadi penting karena paparan polusi yang semakin menyebar di seluruh dunia. Dalam penelitian itu, para periset telah mempertimbangkan sampel kualitas sperma dari 6.500 pria di kelompok usia 15—49 tahun di Taiwan dan kemudian mencocokkannya dengan tingkat partikulat halus di dekat rumah masing-masing para peserta.

Periset melihat paparan jangka panjang dan jangka pendek terhadap partikel yang sangat halus dalam polusi udara yang dikenal sebagai PM 2.5, yaitu berukuran 2,5 mikron atau sekitar tiga puluh kali lebih kecil dari diameter rambut manusia. Partikel halus ini bisa menembus jauh ke dalam paru-paru dan aliran darah.

Pencemaran partikel tersebut dapat ditemukan baik di dalam maupun di luar rumah, serta paling sering berasal dari knalpot kendaraan, pembakaran kayu, batu bara, minyak untuk memasak, dan dari emisi yang biasanya dilepaskan oleh pembangkit listrik dan industri lainnya.

Dari penelitian tersebut, periset menemukan adanya hubungan yang kuat antara tingkat polusi udara yang tinggi dengan bentuk sperma yang tidak normal. “Mengingat adanya paparan terhadap polusi udara, di mana ukuran efek PM 2.5 pada sperma dapat mengakibatkan ketidaksuburan,” ungkap Lao, dilansir dari Asiaone.com.

“Bentuk dan ukuran sperma merupakan parameter penting yang memengaruhi kesuburan pria. Jika persentase sperma tidak sesuai dapat menyebabkan kemandulan,” katanya.

Dalam hal tersebut, periset pun menyarankan agar tetap mengonsumsi cokelat hitam, bawang putih, brokoli, kacang kenari, dan pisang untuk membantu meningkatkan kualitas sperma, mengingat sulitnya mencegah polusi udara.

Profesor Kevin McConway, mantan dosen Statistik Terapan di Open University, mengatakan masyarakat yang tinggal di daerah dengan polusi udara tinggi berbeda dengan yang tinggal di wilayah lain dalam beberapa hal.

“Misalnya, mereka punya pekerjaan yang berbeda, dan ada beberapa faktor pekerjaan yang terkait dengan masalah kesuburan. London dan kota-kota besar di Inggris juga memiliki beberapa lokasi rawan polusi udara. Namun secara keseluruhan tingkatnya cenderung rendah daripada di kota-kota Taiwan,” kata McConway.

Sementara itu, Prof Allan Pacey, seorang pakar andrologi di Universitas Sheffield, beropini bahwa berdasar studi tersebut dan penelitian lainnya, dirinya tetap berpendapat bahwa polusi udara mungkin memiliki potensi untuk mempengaruhi kesehatan reproduksi pria.

Dengan Modal Rp 80 Juta Sudah Bisa Buka Usaha Pertashop

Previous article

Awas, Tingginya Kandungan Sulfur Premium Bisa Merusak Mesin

Next article

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *