HeadlineTulisanVideo

Ketua YLKI: Penggunaan Premium Bisa Timbulkan Kerugian Ganda

0

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, mengingatkan bahwa penggunaan bahan bakar minyak (BBM) Premium bisa menimbulkan kerugian ganda. Untuk itu, YLKI akan terus mendesak pemerintah untuk menghapus BBM Premium.

Hal itu diungkap Tulus Abadi, saat dialog virtual Penggunaan BBM Ramah Lingkungan untuk Mewujudkan Program Langit Biru yang digelar YLKI dan KBR.

Menurut Tulus Abadi, pada tahun 2015 lalu Satgas Anti-Mafia Migas yang dipimpin Faisal Basri telah mengeluarkan rekomendasi kepada pemerintah untuk menghapus BBM Premium. Pertamina pada dasarnya sanggup menghapus Premium pada 2017.

Namun, lanjut Tulus, sampai kini BBM Premium belum juga dihapus karena ada inkonsistensi dari pemerintah. Makanya, tegas Tulus, YLKI akan terus menagih janji penghapusan BBM Premium dan komitmen pemerintah dalam penurunan emisi karbon yang telah disepakati dalam Protokol Paris 2015.

“Saya juga akan mengingkat masyarakat bahwa kalau kita mengonsumsi BBM yang tidak ramah leingkungan sejenis Premium akan mengalami kerugian. Kerugiannya minimal dua kali,” jelas Tulus.

Disebutkan, tujuan para pembeli Premium sebenarnya ingin berhemat karena harganya paling murah. Namun faktanya, penggunaan Premium malah bisa membuat tekor (rugi) karena kualitasnya sangat jelek sehingga jarak tempuhnya sangat rendah. “Sangat beda bila menggunakan BBM jenis Pertamax yang memiliki jarak tempuh lebih jauh,” papar Tulus.

Kerugian berikutnya, lanjut Tulus, para pengguna Premium akan mengeluarkan uang lebih banyak lagi karena mesin kendaraannya sering rusak akibat memakai BBM Premium. “Karena Premium itu merusak kehandalan mesin kemdaraan yang kita gunakan. Tujuanya ingin hmat tapi malah tekor,” kata Tulus.

Kerugian lainnya, tambah Tulus, penggunaan BBM Premium juga akan menimbulkan polusi udara yang bisa mengakibatkan gangguan kesehatan dan kerusakan lingkungan. Padahal, biaya pengobatan penyakit akibat polusi udara juga tidak kecil. “Namun hal ini kurang disadari oleh masyarakat,” tegas Tulus.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *