HeadlineTulisan

Kilang Cilacap Suplai BBM Pertalite ke Kilang Balongan Melalui Kapal Laut

0

Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap melakukan pengiriman bahan bakar minyak (BBM) Pertalite melalui jalur laut guna mendukung skema alih suplai menyusul insiden kebakaran tangki di Kilang Pertamina RU VI Balongan, Indramayu, Jawa Barat.

Pengiriman Pertalite tersebut menggunakan Kapal Ratu Ruwaidah dari Dermaga III Area Oil Movement (OM) 70 Komplek Pantai Teluk Penyu, Cilacap. BBM yang diangkut Kapal Ratu Ruwaidah ini langsung dikirim ke Integrated Terminal Balongan untuk memenuhi kebutuhan BBM di wilayah kerja Pertamina Jawa Bagian Barat.

“Ini komitmen kami guna mengamankan stok BBM untuk wilayah Jabodetabek yang sebelumnya disuplai dari Kilang Balongan,” ujar Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina RU IV Cilacap, Hatim Ilwan.

Hatim mengungkapkan, loading Pertalite sejumlah 200 ribu barrel atau setara 32 ribu kilo liter (KL) ini, sekaligus menjadi catatan sejarah pengiriman BBM khususnya Pertalite melalui jalur laut. “Sebelumnya, sejak awal tahun ini Pertalite dari RU IV Cilacap dikirim ke Fuel Terminal Lomanis yang kemudian didistribusikan melalui jalur pipa ruas Cilacap – Yogyakarta dan Cilacap – Bandung,” ungkapnya.

Menurut Hatim, keberhasilan ini menjadi wujud implementasi tata nilai BUMN, AKHLAK yakni Adaptif. Adaptasi kilang terbesar milik Pertamina itu ditunjukkan dengan membangun fasilitas tambahan sehingga Pertalite bisa loading via dermaga di Area OM 70 langsung ke kapal pengangkut. ”Ke depan dengan fasilitas ini kami bisa lebih fleksibel mengirim BBM, termasuk Pertamax dan Pertamax Turbo ke wilayah manapun,” ujarnya.

Dijelaskan, pengiriman Pertalite ini merupakan bagian dari tambahan produksi sebesar 400 ribu barrel per bulan atau 20% dari produksi Pertalite RU IV sebelumnya yang sebesar 2 juta barrel per bulan atau setara 320 juta liter.

“Pertalite merupakan Bahan Bakar Khusus (BBK) dengan Research Octane Number (RON) minimal 90 dan kandungan sulfur maksimal 500 ppm. Artinya Pertalite jelas lebih ramah lingkungan,” jelas Hatim.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *