HeadlineTulisan

Komisi VII DPR RI Dukung Lanjutkan Proyek Revamping Aromatik dan Olefin di TPPI

0

Permintaan Presiden Joko Widodo untuk melanjutkan pelaksanaan proyek revamping aromatik dan olefin di  PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) Tuban, mendapat dukungan dari Komisi VII DPR. Karena itu, Komisi VII DPR melakukan kunjungan kerja spesifik ke PT. TPPI untuk melakukan identifikasi baik dari sisi teknis, ekonomi, dan aspek lain.

Seperti diiketahui, PT. TPPI sedang menjalankan proyek revamping platforming dan aromatik yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas platforming unit dari 50.000 barel per hari menjadi 55.000 barel per hari dan kapasitas produksi paraxylene 600.000 ton per tahun menjadi 780.000 ton per tahun dengan biaya pembangunan sebesar USD 180 juta.

Proyek yang memiliki nilai investasi hampir mencapai USD 3,9 miliar itu adalah salah satu program strategis nasional dan hasil tindak lanjut instruksi Presiden Joko Widodo soal pembangunan kilang Olefin sebagai solusi ketergantungan impor terhadap bahan yang sangat di butuhkan oleh masyarakat dalam memenuhi hajat hidupnya.

Setelah melakukan peninjauan lapangan, Ketua Komisi VII DPR Sugeng Suparwoto, sepakat untuk melanjutkan PSN di PT. TPPI ini. “Betul apa yang diperintahkan Presiden, proyek ini harus jalan, setelah melalui analisis mendalam perihal berbagai aspek keekonomian dan strategis lainnya, antara lain mengurangi ketergantungan impor terhadap bahan baku tertentu. Bijih plastik dan produk turunan lain dari olefin bisa menambah devisa secara signifikan,” kata Sugeng.

Terkait kunjungan kerja spesifik ke proyek strategis nasional tersebut, menurut Sugeng, adalah dalam rangka meantau perkembangan TPPI. Dalam kunjungan spesifik tersebut, Komisi VII DPR RI didampingi Dirjen Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji, Sekretaris SKK Migas Murdo Gantoro, Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Ignatius Tallulembang, dan Direktur Utama TPPI Yulian Dekri.

“Kami Komisi VII melihat strategisnya proyek TPPI. Dalam kunjungan kerja di proyek tersebut, kami juga membedah bersama-sama manajemen TPPI, Pertamina, dan Kementrian ESDM,” sambung Sugeng.

Dari hasil pemaparan KPI dan TPPI, lanjut Sugeng, Komisi VII DPR RI menyimpulkan, proyek yang sifatnya sangat strategis tersebut sangat feasible dan terbukti baik dari sisi teknis, keekonomian, ataupun dari sisi strategis lain, memiliki efek berantai yang sangat besar untuk kepentingan nasional dan masyarakat luas, termasuk masyarakat Tuban dan Jawa Timur.

“Dari penjelasan TPPI, Komisi VII mendapat pemahaman secara komprehensif tentang perkembangan proyek revamping aromatik dan olefin, hampir semua on track. Komisi VII DPR RI sangat setuju agar pembangunan proyek di TPPI, khususnya olefin dapat tuntas, serta mendukung penuh langkah–langkah percepatan yang dilaksanakan Pertamina,” lanjut Sugeng.

Sugeng menjelaskan, proyek tersebut dilakukan secara bersih dan transparan, termasuk pada proses awal, antara lain beauty contest. Proyek yang akan menelan investasi sekitar Rp 50 triliun tersebut dikawal ketat oleh Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung dan Bareskrim Polri.

Dalam kaitan itu pula, sangat dipertanyakan, jika ada pihak yang mencoba menghalangi proyek ini. “Jika ada yang menghalangi pembangunan TPPI, berarti anasionalis,” tegas Sugeng.

Sebagai tindak lanjut kunjungan kerja, Sugeng memastikan, Komisi VII akan melakukan rapat dengan Pertamina sebagai holding. Selain itu, menggelar rapat lintas komisi untuk membahas agar proyek tersebut berjalan sesuai target dan bersama Komisi VI, karena menyangkut BUMN serta Komisi XI karena menyangkut anggaran dan kepemilikan saham.

“Terpenting, kami ingin agar Pertamina fokus supaya proyek ini tetap jalan,” tegas dia.

Ketahuan Curang, SPBU di Jambi Ini Kena Sanksi dari Pertamina

Previous article

Perbedaan Premium, Pertalite dan Pertamax

Next article

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *