HeadlineTulisan

Konsumsi BBM Premium Makassar Masih Tertinggi di Sulawesi, Anehnya Rela Beli di Pengecer

0

Tingkat konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) kotor jenis Premium di Kota Makassar tercatat masih paling tinggi di kawasan Sulawesi. Meski tergolong sebagai salah satu kota besar di Indonesia, Kota Makassar ternyata masih kalah maju jika dibandingkan dengan Gorontalo, Manado, Palu, Kendari, dan Mamuju dalam penggunaan BBM.

Senior Supervisor Communication & Relation PT Pertamina Regional Sulawesi, Taufik Kurniawan mengatakan, hingga 4 Maret 2021, tingkat konsumsi BBM Premium di Kota Makassar tercatat masih 70 persen. “Saat kota lain mulai mengurangi konsumsi Premium, di Makassar masyarakat justru enggan,”  kata Taufik Kurniawan.

Padahal, kanjut Taufik, kota atau daerah lain di wilayah Sulawesi sudah mulai beralih ke Pertalite atau produk BBM ramah lingkungan lainnya.

Berdasarkan data Pertamina 4 Maret 2021, konsumsi Pertalite di Gorontalo sudah sangat tinggi hingga mencapai 69 persen sedang Premium hanya 25 persen. Sementara konsumsi Pertalite di Manado sekitar 62 persen dan Premium 38 persen.

Penggunan BBM Pertalite di Palu tercatat mencapai 72 persen dan Premium 25 persen. Sedang penggunaan Pertalite di Kendari 70 persen dan Premium hanya 27 persen. Sementara  penggunaan Pertalite di Mamuju juga lebih tinggi dibanding premium. Yakni 52 persen Pertalite dan 45 persen premium.

Artinya, konsumsi BBM di Makassar sangat berbanding terbalik dengan wilayah lainnya di Sulawesi. Lucunya, ketika Pertamina sedang gencar-gencarnya mengajak masyarakat beralih ke BBM ramah lingkungan, masyarakat Makassar lebih suka isi BBM Premium di pengecer dari pada SPBU.

“Demi dapat Premium, banyak yang isi BBM di pengecer.
Meskipun harganya justru Rp10 ribu per botol. Padahal kalau beli Pertalite di SPBU hanya Rp 7.850,” ujar Taufik.

Untuk itu, Taufik mengimbau masyarakat agar lebih cerdas dalam menggunakan BBM. Pasalnya, untuk mendapatkan kualitas bagus dan ramah lingkungan tentu penggunaan BBM harus sesuai spesifikasi mesin kendaraan.

“Pertamax Turbo-Ron 98 untuk mesin kompresi 12:1 sampai 13:1, kandungan sulfur di bawah 59 part per million, standar euro 4 dan menghasilkan NOx dan COx paling rendah dari jenis BBM lain,” katanya.

Selanjutnya, Pertamax Ron 92 untuk mesin kompresi 10:1 sampai 11:1, kandungan sulfur 50-130 part per million, bebas timbal, menghasilkan NOx dan COx dalam jumlah sedikit.

Untuk Pertalite Ron-90 untuk mesin kompresi 9:1 sampai 10:1, kandungan sulfur 180-500 part per million, tidak menggunakan timbal dan lebih bersih dibandingkan premium.

“Sementara premium Ron 88 diperuntukkan mesin kompresi 7:1 sampai 8:1. Kandungan sulfur di atas 500 part per million, menggunakan tambahan warna, bisa menyebabkan knocking pada mesin dan menghasilkan NOx dan COx dalam jumlah besar,” sebutnya.

Taufik berharap masyarakat Makassar lebih cerdas dan penggunaan BBM premium sesuai peruntukannya.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *