HeadlineTulisanVideo

Mobil Terlaris Era PPnBM Ini Dilarang Pakai BBM Bertimbal

0

Mitsubishi Xpander merupakan mobil terlaris di pasar otomotif sejak pemerintah memberikan insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). Berdasar data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan Mitsubishi Xpander  pada Juli 2021 mencapai 6.974 unit.

Jika melihat spesifikasinya, Mitsubishi Xpander memiliki mesin 4 silinder berkapasitas 1.499 cc  dengan rasio kompresi mesin 10,5:1. Artinya, Mitsubishi Xpander  wajib menggunakan bahan bakar minyak (BBM) oktan tinggi. Dengan rasio kompresi tersebut, Mitsubishi Xpander akan cocok diisi bahan bakar beroktan 92. “Kompresi 10,5:1 minimum pakai Pertamax oktan 92,” ujar Zico Aldillah Syahtian,  dari Marketing PT Pertamina (Persero).

Pabrikan Mitsubishi Xpander juga sudah memberikan petunjuk dalam panel penutup tangki bahan bakar. Dalam panel penutup tangki BBM itu terdapat tulisan “Hanya Bahan Bakar Tanpa Timbal”. Artinya, kendaraan ini memang dikembangkan untuk menggunakan bahan bakar non-timbal dan non-subsidi.

Product ambassador Mitsubishi Motors Indonesia, Rifat Sungkar menjelaskan, bahan bakar berkualitas menambah panjang usia kendaraan. “Lama kelamaan Premium sudah habis di pasar. Namun kami punya standardisasi, kami sarankan untuk tenaga maksimal, dengan RON 92,” ujar duta merek Mitsubishi ini.

Menurut Rifat Sungkar, jika menggunakan bahan bakar di bawah kadar oktan yang disarankan, bisa mempengaruhi performa Mitsubishi Xpander. “Jadi saran saya, lebih baik pakai Pertamax RON 92, karena kita mendapatkan bukan hanya performa tenaga tapi justru efisiensi lebih baik,” papar Rifat Sungkar.

Untuk mobil produk lama, jika pakai bensin oktan rendah mesinnya bisa langsung ngelitik luar biasa. “Kalau mobil sekarang tidak langsung ngelitik, tetapi tenaga yang keluar tidak sesuai dengan yang dijanjikan karena dia akan mempertahankan durabilitas maksimal untuk keadaan apa pun.”

Berdasar hasil pengujian konsumsi BBM Pertamax untuk Mitsubishi Xpander dinilai efisien. Dari hasil pengujian di jalur perkotaan, konsumsi BBM mampu menembus 14,6 km per liter. Sementara dalam kecepatan konstan 80 kpj jalur luar kota, konsumsi BBM mampu menembus 20,2 km per liter.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *