HeadlineTulisanVideo

Pakar Ekonomi Energi UGM: Masyarakat Tak Perlu Khawatirkan Perpres Nomor 69 Tahun 2021

0

Langkah Presiden Joko Widodo mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 69 Tahun 2021 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM) dinilai menguntungkan masyarakat. Karena itu, masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan terhadap terbitnya Perpres Nomor 69 Tahun 2021 yang mengatur distribusi dan penentuan harga eceran BBM eceran tersebut.

Pokok pikiran tersebut diungkap Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi, dalam wawancara dengan KompasTV menyusul keluarnya Perpres Nomor 69 Tahun 2021 pada Agustus 2021 ini.  “Masyarakat tidak perlu khawatir dengan adanya Perpres Nomor 69 Tahun 2021 ini,” kata Fahmy Radhi seperti dilansir KompasTV.

Menurut Fahmy Radhi, Perpres Nomor 69 Tahun 2021 justru akan menjamin kepastian harga BBM karena pemerintah telah mengatur formula penentuan harga BBM. “Justru malah menjamin harga tidak berubah secara drastis. Saya yakin ini justru untuk melindungi masyarakat agar setiap kenaikan harga tidak terlalu drastis,” jelasnya.

Fahmy Radhi yakin, keluarnya Perpres Nomor 69 Tahun 2021 tidak terlalu berpengaruh pada beban masyarakat. Sebaliknya, kata Fahmy Radhi, aturan Perpres Nomor 69 Tahun 2021 justru menguntungkan masyarakat di daerah-daerah sasaran Program BBM Satu Harga, terutama di daerah Indonesia timur seperti Papua dan Kalimantan.

Sebelum ada Program BBM Satu Harga, lanjut Fahmy Radhi, harga BBM di Papua dan Kalimantan jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan daerah lain.  “Di Papua, harga BBM bisa mencapai Rp 60 ribu per liter. Bahkan, di Puncak Jaya Wijaya, harga Premium bisa mencapai Rp 120 ribu per liter. Nah, dengan perubahan Perpres baru memang akan meringankan beban di Papua, Wamena dan lain sebagainya,” jelasnya.

Fahmy Radhi menilai, terbitnya Perpres Nomor 69 Tahun 2021 justru menunjukkan konsistensi dari pemerintahan Presiden Jokowi dalam mewujudkan energi berkeadilan dalam menerapkan Program BBM Satu Harga di seluruh Indonesia. “Nah, sekarang ini (Program BBM Satu Harga) tidak hanya diperpanjang, tapi juga diperluas dengan jenis BBM lebih banyak. Selain Premium, juga ada Pertamax dan BBM lainnya,” papar Fahmy Radhi.

Fahmy Radhi juga menegaskan, Perpres Nomor 69 Tahun 2021 tak akan berpengaruh signifikan dalam perubahan harga BBM karena diatur oleh menteri dengan formula bersama badan usaha. Namun bagi daerah yang menjadi sasaran Program BBM Satu Harga akan memberikan pengaruh signifikan. “Bagi daerah sasaran Program BBM Satu Harga dapat menekan pengeluaran masyarakat. Bahkan, dapat menaikkan daya beli masyarakat setempat,” tambah Fahmy Radhi.

Seperti diketahui, Presiden telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 69 Tahun 2021 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM). Aturan perubahan kedua ini untuk mengganti Perpres Nomor 191 Tahun 2014 yang mengatur ketentuan serupa.

Meski ada perubahan aturan, hingga kini harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamina tetap belum berubah. VP Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman mengatakan, terkait harga BBM tidak ada perubahan ketentuan dalam Perpres Nomor 69 Tahun 2021 jika dibanding Perpres sebelumnya. BBM bersubsidi maupun penugasan ditetapkan oleh Pemerintah sedangkan jenis BBM lainnya ditetapkan oleh Badan Usaha dengan formula yang telah ditetapkan Pemerintah.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *