HeadlineTulisanVideo

Pengalaman Guru Bondowoso: Pakai Pertamax Lebih Irit Ketimbang Premium

0

Semua orang sudah tahu bahwa harga BBM jenis Pertamax jauh lebih mahal dari harga BBM jenis Premium. Namun fakta membuktikan bahwa penggunaan BBM jenis Pertamax justru lebih hemat jika dibandingkan dengan BBM jenis Premium.

Itulah pengalaman yang dirasakan Evy Yulis, guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Sumberwringin, Bondowoso, yang tinggal di kawasan di Bataan, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Berkat pengalamannya itu,  teman-temannya akhirnya ikut tertarik berpindah menggunakan Pertamax ketimbang Premium.

Sekedar tahu, tiap hari Evy Yulis harus naik sepeda motor sejauh 33 kilometer dari rumahnya ke tempatnya mengajar di SMK Negeri Sumberwringin. Awalnya, Evy Yulis selalu menggunakan BBM jenis Premium karena harganya lebih murah. Namun ketika harga BBM Premium dinaikkan akhirnya Evy mencoba menggunakan Pertamax. Sejak itulah Evy selalu memakai BBM Pertamax karena ternyata jauh lebih hemat.
“Waktu BBM belum naik, kadang-kadang saya mengisi pertamax dicampur sama premium. Sekarang murni sudah pakai pertamax. Saya merasa dan menghitung lebih hemat,” katanya seperti dikutip Antara.
 

Ia membandingkan mengisi motornya sekitar 4,5 liter premium seharga Rp 38.250 (satu liter Rp 8.500) yang digunakan selama empat hari pergi pulang. Sementara dengan pertamax yang di Bondowoso harganya Rp 10.600,00 per liter, bisa dia gunakan untuk lima hari. Untuk 4,5 liter pertamax dia menghabiskan Rp 47.700.

Kalau dihitung, 4,5 liter premium dengan 4,5 liter pertamax, selisihnya hanya sekitar Rp 9.000,00 lebih mahal pertamax. Tapi Pertamax lebih hemat karena bisa digunakan untuk lima hari

Guru yang hobi membaca ini menceritakan bahwa dari informasi di internet maupun sejumlah temannya yang mengerti mengenai mesin, penggunaan pertamax justru lebih bagus untuk kendaraan. Selain itu, “tarikan” atau daya pacu kendaraan yang menggunakan pertamax lebih bagus daripada premium.

Konsumen yang lain, Erni Agustin, mengaku kini saatnya menggunakan bahan bakar nonsubsidi. Guru matematika SMK Negeri Sumberwringin ini bercerita awalnya hanya coba-coba menggunakan pertamax. “Kok ternyata tarikannya saya merasa lebih enteng saat digas. Akhirnya keterusan menggunakan bahan bakar tidak bersubsidi ini,” kata pengguna motor jenis matic ini.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *