HeadlineTulisanVideo

Penyebab Polusi Udara Makassar Terbongkar: Jumlah Kendaraan Bermotor Lebih Besar dari Jumlah Penduduk

0

Tingginya tingkat konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) kotor jenis Premium di Kota Makassar akhirnya terbongkar. Jumlah kendaraan bermotor di Kota Makassar ternyata lebih besar dari jumlah penduduk. Hal inilah yang membuat udara Kota Makassar tercemar polusi asap kendaraan bermotor.

Fakta ini terungkap dalam diskusi virtual bertema “Mendorong Penggunaan BBM Ramah Lingkungan Guna Mewujudkan Program Langit Biru” yang digelar YLKI bekerjasama dengan Kantor Berita Radio (KBR).

Staf Dinas ESDM Makassar, Jamaluddin mengatakan, jumlah kendaraan bermotor di Kota Makassar pada tahun 2020 mencapai sekitar 2 juta unit dan didominasi oleh kendaraan roda dua sekitar 1,6 juta unit. Tingginya sepeda motor inilah yang membuat konsumsi BBM jenis Premium di Makassar cukup tinggi.

Keterangan serupa juga dipaparkan  oleh Zaenuddin, Staf Bappeda Makassar. Menurut Zaenudiin, pertumbuhan kendaraan bermotor di Makassar mencapai 7,6 persen setahun yang didominasi oleh sepeda motor, disusul angkutan umum, truk dan bus. “Peningkatan jumlah kendaraan bermotor ini berbanding terbalik dengan jumlah penduduk,” jelas Zaenuddin.

Disebutkan, pada tahun 2018 jumlah kendaraan bermotor di Makassar sudah mencapai 1.574.000 sementara jumlah penduduk hanya 1,4 juta. Sehingga satu orang bisa memiliki 2 atau tiga kendaraan bermotor. “Jumlah penduduk itu belum termasuk pendatang yang bekerja di Makassar,” tambahnya.

Sedang kenaikan pasokan BBM ke Makassar dalam sepuluh tahun terakhir rata-rata mengalami kenaikan sebesar 2,92% setahun. Pada tahun 2018 konsumsi BBM jenis Premium dan Solar selalu naik.

Menurut Sapar, Staf Dinas Pariwisata Makassar, terkait banyaknya kendaraan bermotor di Makassar membuat tempat pariwisata sering dipadati kendaraan pribadi. Hal inilah yang membuat udara Kota Makassar semakin tercemar oleh asap kendaraan bermotor.

Makanya, mulai 21 Maret 2021 ini PT. Pertamina mulai menggelar Program Langit Biru di Kota Makassar untuk mengajak masyarakat agar beralih menggunakan BBM yang lebih ramah lingkungan.

Senior Supervisor Communication & Relation PT Pertamina Regional Sulawesi, Taufik Kurniawan mengatakan, hingga 4 Maret 2021, tingkat konsumsi BBM Premium di Kota Makassar tercatat masih 70 persen. “Saat kota lain mulai mengurangi konsumsi Premium, di Makassar masyarakat justru enggan,”  kata Taufik Kurniawan.

Padahal, kanjut Taufik, kota atau daerah lain di wilayah Sulawesi sudah mulai beralih ke Pertalite atau produk BBM ramah lingkungan lainnya.

Berdasarkan data Pertamina 4 Maret 2021, konsumsi Pertalite di Gorontalo sudah sangat tinggi hingga mencapai 69 persen sedang Premium hanya 25 persen. Sementara konsumsi Pertalite di Manado sekitar 62 persen dan Premium 38 persen.

Penggunan BBM Pertalite di Palu tercatat mencapai 72 persen dan Premium 25 persen. Sedang penggunaan Pertalite di Kendari 70 persen dan Premium hanya 27 persen. Sementara  penggunaan Pertalite di Mamuju juga lebih tinggi dibanding premium. Yakni 52 persen Pertalite dan 45 persen premium.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *