HeadlineTulisan

Pergeseran Konsumsi BBM Premium ke Pertamax Turunkan Emisi Karbon 17 Juta Ton

0

Konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) oktan rendah Premium RON-88 semakin menurun karena banyak konsumen yang beralih menggunakan BBM oktan tinggi jenis Pertalite RON-90 dan Pertamax RON-92. Pergeseran (shifting) konsumsi dari BBM oktan rendah ke BBM oktan tinggi ini berkontribusi pada penurunan emisi karbon sebesar 17 juta ton.

Hal itu dipaparkan Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, usai menerima dua Surat Keputusan (SK) BPH Migas terkait Penugasan Penyediaan dan Pendistribusian Jenis BBM Tertentu (JBT) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) dari BPH Migas menyusul terbitnya Peraturan Presiden No. 69 tahun 2021 yang mengatur Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.

Nicke mengatakan, penyaluran Premium sampai dengan Agustus 2021 mengalami penurunan, tercatat hanya 30% dari total kuota tahun ini sebesar 10 juta kilo liter (kl). Dengan penurunan ini, pihaknya berharap ke depan bisa mengalihkan konsumen ke pemakaian BBM yang lebih ramah lingkungan melalui Program Langit Biru maupun pengembangan Pertashop.

Disebutkan, Program Langit Biru memang bertujuan mengedukasi masyarakat untuk memakai BBM lebih ramah lingkungan untuk mendukung upaya pemerintah dalam mraih target net zero emisi di 2060 dan penurunan emisi 29% tahun 2030.

“Untuk support pemerintah capai net zero emisi di 2060 dan penurunan emisi 29% tahun 2030, Pertamina laksanakan program Langit Biru. Sehingga sampai Agustus distribusi RON 88 hanya 30%. Yang sisanya sudah beralih ke Pertalite dan Pertamax dengan shifting ini Pertamina kontribusi penurunan karbon emisi 17 juta ton,” jelasnya.

Pertamina berharap, melalui program ini bisa mendorong kesadaran masyarakat untuk beralih ke sumber energi lebih bersih dan lebih ramah lingkungan. Edukasi yang dilakukan yakni melalui pemberian reward kepada masyarakat yang berpindah ke BBM lebih ramah lingkungan.

“Ini perlu dukungan Kepala BPH Migas dan semua anggota komite. Kita semua bisa berikan kontribusi lebih baik lagi. Oleh karena itu, saya mohon dukungan yang sudah baik ini terus berjalan,” pintanya.

Di sisi lain, Nicke juga memohon dukungan pemerintah dan pihak terkait untuk menjalankan program BBM Berkeadilan. Itu diwujudkan melalui program BBM Satu Harga dan BBM Satu Harga non-Subsidi yaitu Pertashop.

“Semuanya akan kita jalankan. Sehingga target kita bukan hanya ketahanan energi, tapi juga kita nantinya akan mendukung ke arah aksesibilitas yang lebih baik,” ujar Nicke.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *