HeadlineTulisan

Pertamina Raih Laba Rp14 Triliun pada 2020, Kontributor Utamanya dari Bisnis Hulu

0

Meski sempat terancam mengalami kerugian akibat tekanan pandemi Covid-19, PT Pertamina (Persero) akhirnya berhasil membukukan untung sebesar US$ 1 miliar atau lebih dari Rp14 triliun pada 2020 . Bisnis hulu Pertamina, yang dikelola oleh PT Pertamina Hulu Energi Subholding Upstream, menjadi kontributor utama dalam meraih laba bersih perusahaan.

Raihan laba bersih 2020 ini lebih rendah jika dibandingkan capaian 2019 yang tercatat US$ 2,53 miliar atau setara Rp35,8 triliun. Total pendapatan perusahaan tahun lalu mencapai US$ 54,58 miliar dengan asset US$ 67,08 miliar.

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati mengatakan, melalui efisiensi ketat serta perubahan strategi Pertamina sukses bertahan pada 2020 dan justru mencetak laba bersih setelah pada semester I 2020 merugi.

“Raihan laba bersih US$1 miliar melalui upaya kami dalam meningkatkan produktivitas hulu migas dan kilang serta efisiensi di semua bidang,” kata Nicke.

Beberapa perubahan strategi yang dilakukan manajemen adalah efisiensi biaya operasi atau operational expenditure (Opex) mencapai 30%. Secara operasioinal memang penjualan minyak juga turun untungnya efisiensi besar-besaran bisa berika dampak positif bagi kinerja keuangan perusahaan. “Upaya yang dilakukan adalah meningkatkan produktifitas hulu migas dan kilang, serta efisiensi di semua bidang,” ungkap Nicke.

Seperti diberitakan media, hingga Juni 2020 Pertamina mencatatkan total aset naik dari US$ 67,1 miliar pada Juni 2019 menjadi US$ 70,2 miliar pada Juni 2019.

Kewajiban perusahaan juga naik dari US$ 12,16 miliar menjadi US$ 13,14 miliar. Utang jangka panjang naik dari US$ 23,7 miliar menjadi US$ 27,42 miliar terbesar dari utang obligasi dari US$ 12,6 miliar menjadi US$ 14,56 miliar. Total jumlah kewajiban naik menjadi US$ 40,57 miliar dari US$ 35,86 miliar.

Ekuitas perusahaan turun dari US$ 28,78 miliar menjadi US$ 27,24 miliar. Ekuitas kepentingan nonpengendali turun dari US$ 2,44 miliar menjadi US$ 2,42 miliar sehingga jumlah ekuitas turun menjadi US$ 29,66 miliar dari US$ 31,22 miliar. Total kewajiban dan ekuitas naik dari US$ 67,08 miliar menjadi US$ 70,23 miliar.

Dari sisi pendapatan, Pertamina mencatatkan pendapatan per Juni 2020 turun dari US$ 25,55 miliar menjadi US$ 20,48 miliar, terbesar dari penjualan minyak mentah, gas bumi, energi panas bumi dan produk minyak yang mencapai US$ 16,56 miliar, turun dari US$ 20,94 miliar.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *