HeadlineTulisanVideo

Punya Modal Rp 80 Juta Kini Bisa Dirikan Pertashop di Pelosok Desa

0

Upaya PT. Pertamina dan Kementerian Dalam Degeri (Kemendagri) dalam memperluas pembukaan Pertashop ke berbagai pelosok pedesaan ditempuh dengan berbagai cara. Salah satunya proses pendirian cukup mudah dengan biaya beragam disesuaikan dengan kemampuan finansial badan usaha di daerah pedesaan. Contohnya, cukup dengan modal Rp 80 juta badan usaha di tingkat desa kini sudah membuka Pertashop.

Seperti diketahui, pada tahun 2024 nanti Kemendagri dan Pertamina menargetkan bisa membangun 40 ribu outlet Pertashop guna mendongkrak perkembangan ekonomi di berbagai pelosok pedesaan Indonesia. Selain itu, Pertashop juga bisa mendorong warga terbiasa menggunakan BBM lebih berkualitas. Sebab, Pertashop tidak mendistribusikam BBM kulitas rendah jenis Premium atau Solar

“Pertashop adalah lembaga penyalur resmi Pertamina dengan skala kecil untuk melayani kebutuhan BBM Non Subsidi, LPG Non Subsidi dan juga produk ritel Pertamina lainnya yang tidak atau belum terlayani oleh lembaga penyalur resmi” ujar CEO PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial & Trading Pertamina Mas’ud Khamid

Mas’ud menambahkan, Pertashop menjadi peluang usaha bagi calon mitra Pertamina di pedesaan untuk peningkatan kegiatan ekonomi, sehingga pada akhirnya dapat memaksimalkan potensi desa, meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.

Langkah pendirian Pertashop cukup mudah. Dikutip dari laman resmi Kemitraan Pertamina, ada dua skema bisnis membuka SPBU Pertashop yaitu skema DODO yang mana biaya investasi dan biaya operasional seluruhnya ditanggung mitra. Lalu, skema lainya adalah CODO yang mana biaya investasi dilakukan oleh Pertamina, sementara mitra hanya mengeluarkan biaya untuk kebutuhan operasi.

Untuk skema pertama (DODO), mitra perlu menyiapkan modal Rp 250 juta untuk investasi awal dan biaya operasional. Lalu, bila memilih skema kedua atau CODO, mitra cukup mengeluarkan kocek sekitar Rp 80 juta.

Pertashop memiliki tiga kategori yakni Gold, Platinum dan Diamond. Sebagai gambaran, bila memilih SPBU Pertashop jenis Gold maka luas tanah minimum yang diperlukan yakni kurang lebih 210 meter persegi atau 15 x 14 meter. Bila memilih kategori Gold ini, mitra akan mendapat tangki penyimpanan berkapasitas 3 KL upper ground dengan omzet rekomendasi sebesar 400 liter per harinya.

Sedangkan, jenis Platinum, dilengkapi tangki berkapasitas 10 KL dengan omzet rekomendasi sebesar 1.000 liter per harinya. Sementara jenis Diamond memiliki tangki timbun 10 KL, dengan omzet rekomendasi sebesar 3.000 liter per hari.

Ketiga jenis SPBU Pertashop tersebut dapat menjual produk-produk Pertamina mulai dari Pertamax, Dexlite, LPG non-subsidi, hingga pelumas.

Guna Penyaluran Solar Tepat Sasaran, Pertamina Luncurkan QR Code Fuel Card

Previous article

Kenapa Polusi Udara Berkorelasi dengan Kesehatan Mental? Simak Penelitian Ini

Next article

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *