HeadlineTulisanVideo

Sejumlah BUMN dan Anak Usaha BUMN akan Go Public, Termasuk Anak Usaha Pertamina

0
Sejumlah BUMN dan anak usaha BUMN ditargetkan akan Go Public dengan melakukan initial public offering (IPO) dalam tiga tahun ke depan dari 2021-2023. Anak usaha BUMN yang akan melakukan IPO pada 2021 ini sebagian milik Pertamina (Persero). Langkah tersebut merupakan upaya Pertamina untuk meningkatkan transparansi dan profesionalisme dari unit usaha Pertamina.

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengatakan, rencana IPO anak usaha PT. Pertamina sudah mendapat restu dari Dewan Komisaris. Namun, Ahok tidak menjelaskan lebih lanjut terkait subholding mana yang akan lebih dulu IPO.

“Semua pasti sudah melalui kajian yang matang. Pasti lewat Dekom (Dewan Komisaris). Jelasnya hubungi dirut atau corcom,” kata Ahok.

Sebelumnya, Menteri BUMN, Erick Thohir, telah mengungkap adanya sejumlah BUMN dan anak usaha BUMN yang akan melakukan initial public offering (IPO) dalam tiga tahun ke depan dari 2021-2023.

Erick Thohir mengatakan, ada 8 hingga 12 BUMN dan anak usaha BUMN yang ditargetkan akan melantai (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI). “Saya enggak mau bilang angka fix-nya, nanti dicari-cari, tapi ada delapan sampai 12 yang kita akan go public,” ujar Erick, Kamis (4/2/2021).

Erick Thohir menuturkan, proses listing termasuk dalam transformasi perusahaan BUMN agar lebih transparan dan memiliki tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).

Disebutkan, perusahaan yang bakal melantai di bursa ini adalah perusahaan berkinerja baik dan memiliki strategi bisnis jangka panjang pasca-pandemi Covid-19. Sebab, Erick Thohir tak ingin perusahaan-perusahaan tersebut hanya sekadar go public tanpa memiliki fundamental dan daya saing yang baik.

“Karena saya tahu ada 28 perusahaan BUMN yang sudah listing juga, ada empat (dari 28 perusahaan) yang terengah-engah. Itu yang kita harus perbaiki juga. Jangan hanya sekadar listing, kuncinya bersaing dan sustainability,” ungkap Erick.

Erick Thohir optimistis, dengan kerja keras dan dukungan dari semua pihak, target tersebut bisa diwujudkan sesuai road map rencana jangka panjang BUMN.

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengungkapkan, langkah IPO anak usaha PT. Pertamina akan membuat proses bisnis perseroan lebih transparan dan efisien. “Di kuartal III, kuartal IV kami akan IPO salah satu unit bisnis kami,” ujarnya.

Namun, Nicke belum menyebut subholding mana yang akan lebih dulu IPO. Perseroan juga berencana melakukan aksi korporasi lainnya di bisnis hulu seperti akuisisi, divestasi dan menggandeng mitra dengan perusahaan global demi menggenjot produksi migas nasional.

“Kita akan konsolidasikan dengan BUMN lain dan pemerintah untuk meningkatkan energi baru terbarukan khususnya geothermal, biomassa, biogas, dan pembangkit listrik tenaga surya,” tuturnya.

Pada 2021, Pertamina lebih optimistis menghadapi tahun ini karena ada potensi peningkatan demand dibandingkan tahun lalu. Penjualan ditargetkan naik 12 persen dari tahun 2020. Harga minyak pun trennya naik dibanding tahun 2020. Dengan demikian laba bersih ditargetkan 2 miliar dolar AS.

Dari sisi investasi juga akan terus digenjot. Pertamina menargetkan investasi meningkat dua kali lipat menjadi 10,7 miliar dolar AS tahun ini.

“Sebagian besar adalah untuk meningkatkan cadangan dan produksi migas, juga utk membangun pabrik Petrokimia, serta membangun infrastruktur midstream & downstream Gas. Selain itu juga ada investasi untuk pengembangan pabrik EV battery dan pengembangan Green Hydrogen dari wilayah kerja panas bumi yg dimiliki Pertamina,” tuturnya.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *