HeadlineTulisanVideo

Tips Lulus Uji Emisi agar Tidak Kena Tilang dan Sanksi Denda

0

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mewajibkan uji emisi pada semua jenis kendaraan bermotor, baik mobil maupun sepeda motor, dengan memberlakukan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 66 Tahun 2020 tentang Uji Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor sejak 24 Januari 2021 lalu.

Dalam pelaksanaannya nanti, para pemilik kendaraan wajib melakukan uji emisi minimal enam bulan sekali. Bagi mereka yang melanggar atau tidak lulus dalam pengujian bisa dikenai tilang dan denda sebesar Rp250 ribu untuk motor dan Rp500 ribu untuk mobil. Selain itu, juga dikenai biaya parkir tertinggi.

Untuk menghindari itu semua, Garasi.id membagikan 10 tips agar kendaraan bisa lulus uji emisi. Ada 10 langkah penting yang harus dilaksanakan agar kendaraan bisa lulus uji emisi.

1. Penggunaan BBM
Penggunaan bahan bakar bakal jadi perhatian dalam pelaksanaan uji emisi. Disarankan jangan suka bergonta-ganti bahan bakar atau seringkali menggunakan bahan bakar yang tidak tepat. Sebaiknya menggunakan BBM berkualitas yang lebih ramah lingkungan.

2. Perawatan Berkala
Bila ingin llulus uji emisi, maka perlau melakukan perawatan berkala mobil. Perawatan yang dilakukan bukan hanya sekedar mengganti oli saja, tetapi juga perlu melakukan beberapa perawatan lainnya.

3. Menjaga Filter Udara
Komponen yang satu ini memang terkadang sering dianggap remeh, namun fungsinya sangat besar. Filter udara pada mobil berfungsi agar menyaring partikel debu dan kotoran agar tidak tersedot ke ruang mesin. Jika filter udara terganggu dan tak pernah mendapatkan perawatan jelas akan berdampak pada mesin yang tak lagi sehat. Jika ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin akan membuat mobil tidak bisa lulus uji emisi.

4. Merawat Busi
Salah satu tugas besar dari busi mobil adalah mengalirkan pembakaran dan memberikan energi pada mobil. Jika tidak terawat, berjamur atau berkarat, maka busi mobil yang rusak ini akan membuat mobil tidak bisa lulus uji emisi.

5. Rajin Cek Oli
Perlu rajin mengecek oli mesin selama melakukan servis berkala. Jangan sampai telat mengganti oli mesin atau terjadi kebocoran agar mesin tidak terganggu. Pastikan melakukan pergantian oli mesin sesuai waktunya.

6. Cek MAP Sensor
Bagi yang belum terlalu familiar, MAP Sensor punya peran mendeteksi atau menilai volume udara yang masuk di dalam ruang bakar. Jika bagian ini bekerja dengan baik, maka emisi mobil pun dipastikan berfungsi dengan baik. Namun, untuk memastikan semuanya memang benar-benar layak emisi, tentunya tidak ada salahnya untuk mengujinya terlebih dahulu dan berkonsultasi dengan mekanik atau teknisi di bengkel-bengkel mobil terdekat.

7. Cek Kondisi Injektor
Untuk mobil bermesin diesel, perlu memeriksa kondisi injektor. Komponen ini berfungsi menyemprotkan bahan bakar dengan tekanan yang tinggi ke ruang bakar. Injektor juga mudah tersumbat oleh kotoran atau sulfur yang terbawa dari solar. Jika ssampai tersumbat, injektor tidak lagi menyemprotkan bahan bakar dengan baik dan mengakibatkan performa mesin akan menurun. Selain itu, injektor yang tersumbat juga mengakibatkan bahan bakar semakin boros dan menimbulkan asap hitam yang membuat emisi gas buangnya menjadi buruk.

8. Rajin Cek Knalpot
Knalpot adalah saluran pembuangan akhir untuk membuang sisa-sisa pembakaran mesin atau asap dari mesin. Perlu dietahui bahwa knalpot merupakan komponen yang rentan mengalami keropos dan bocor. Jika knalpot mobil mengalami kebocoran, akan membuat tekanan pada sirkulasi gas buang berkurang dan mengganggu kinerja mesin. Bahkan akan membuat emisi gas buang menjadi meningkat.

9. Rajin Cek Karburator
Untuk mobil tua, perlu rajin mengecek kondisi karburator dan pengapian. Bagian yang perlu diperiksa adalah bagian spuyer dan throttle valve agar performa mesin optimal dan ada efisiensi bahan bakar.

10. Perlu Carbon Clean
Untuk mobil yang sudah memiliki umur lebih dari 5 tahun, perlu melakukan carbon clean. Carbon clean adalah sebuah cara untuk merontokkan timbunan karbon yang merupakan hasil sisa pembakaran yang menempel pada head silinder dan ruang bakar mesin. Biasanya dengan seringnya pemakaian mobil, timbunan karbon tersebut akan semakin menebal. Jika sudah sangat tebal timbunan karbon tersebut akan menyebabkan mesin menjadi ‘ngelitik’ dan emisi akan meningkat.

Tujuan pelaksanaan uji emisi adalah untuk mengurangi polusi udara akibat emisi karbon dari kendaraan bermotor agar tidak merusak lingkungan dan tidak menimbulkan aneka gangguan kesehatan pada manusia.

Pertamina Siap Mengonversi Kilang untuk Pengembangan Industri Electric Vehicle

Previous article

Pertamina Perluas Program Langit Biru di Kabupaten Maluku Tengah dan Kota Ambon

Next article

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *