HeadlineTulisan

Uji Emisi Kini Diwajibkan di Jakarta, Warga Harus Pakai BBM RON Tinggi

0
Direktur Executive Energy Watch, Mamit Setiawan

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menilai, langkah Provinsi DKI Jakarta yang mewajibkan kendaraan bermotor melakukan uji emisi dinilai sangat tepat karena kualitas udara Jakarta dinilai cenderung memburuk. Karena itu, penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dengan RON tinggi seperti Pertamax, dinilai sudah menjadi keharusan bagi warga Jakarta.

Menurut Mamit Setiawan, dengan adanya wajib uji emisi di Jakarta itu secara otomatis warga harus menggunakan BBM RON tinggi. Sebab, jika ingin lulus uji emisi para pengguna kendaraan bermotor perlu memakai BBM berkualitas RON tinggi sejenis Pertamax.

“Apakah penggunaan BBM RON tinggi akan memperbaiki kualitas udara? Saya jawab pastinya sangat bisa. Penggunaan BBM Ron tinggi jelas mengurangi kadar emisi,” kata Mamit.

Selain bisa membuat kendaraan lulus dari uji emisi, kata Mamit, penggunaan BBM RON tinggi juga akan memberikan keuntungan lainnya. Contohnya, kinerja mesin, pembakaran mesin, menjadi lebih sempurna. Melalui kinerja mesin yang sempurna, kompresi mesin menjadi lebih tinggi dan akselerasi menjadi lebih bagus. “Sehingga gas buang menjadi lebih sedikit dan lebih bagus lagi,” ujaranya.

Disebutkan, penggunaan BBM RON tinggi akan membuat kinerja mesin yang lebih sempurna jika dibandingkan menggunakan BBM RON rendah. Dampaknya, penggunaan BBM RON tinggi akan membuat mesin menjadi lebih awet dan tahan lama.

Penggunaan BBM RON tinggi, kata Mamit, juga akan membuat biaya perawatan kendaraan bisa lebih murah karena tidak perlu sering-sering pergi ke bengkel untuk service. Selain itu, karena pembakaran yang baik maka jarak tempuh kendaraan bisa lebih jauh lagi.

“Dengan demikian, kita bisa berhemat karena jarak tempuh lebih jauh jika dibandingkan menggunakan BBM RON rendah. Selain itu, untuk jangka panjang mesin akan lebih awet dan tidak rewel,” ungkap Mamit.

Jadi secara manfaat, lanjut Mamit, BBM RON tinggi jauh lebih baik jika dibandingkan dengan BBM RON rendah. Untuk itu, dengan program yang dilakukan Pertamina seperti Pertalite seharga Premium kemudian dilanjutkan dengan program diskon 800 merupakan salah satu upaya tepat untuk meningkatkan minat masyarakat menggunakan BBM dengan ron lebih tinggi.

“Sehingga saat masyarakat menggunakan BBM RON tinggi akan merasakan pengalaman lebih baik jika dibandingkan menggunakan BBM RON rendah,” jelas Mamit.

Melalui program ini, kata Mamit, Pemerintah memalui Pertamina bisa menjadi edukasi ke masyarakat. Selain itu, pemerintah dan Pertamina harus tetap melakukan edukasi dengan program-program menarik lainnya.

“Ke depan, jika kondisi keuangan memungkinkan perlu adanya semacam subsidi agar harga BBM RON tinggi menjadi lebih terjangkau. Seperti subsidi tetap saat ini untuk solar subsidi,” pungkas Mamit.

Sementara, pengamat otomotif Anton Viat menambahkan, untuk kualitas BBM dengan ron tinggi secara otomatis akan membuat akselerasi mesin kendaraan lebih baik. Sehingga dari segi teknis sangat baik untuk pembakaran dalam mesin.

Tenaga mesin juga akan naik dan tentunya akan lebih efisien konsumsi BBMnya, karena kita hanya butuh menginjak gas sedikit, kendaraan sudah laju,” kata pemilik bengkel mobil Abadi Motor ini.

Menurut Anton, BBM dengan kualitas baik sudah pasti menekan kadar emisi, sehingga menekan polusi udara. Anton pun menyarankan, agar harga BBM dengan ron tinggi seperti Pertamax diturunkan agar masyarakat bisa beralih karena harga yang terjangkau. Sementara Pertalite perlahan dihilangkan.

“Kalau berdasarkan analisa dari berbagai keluhan konsumen, yang sering ke bengkel, pertalite agak sedikit kurang bagus untuk mesin,” kata dia.

Temuan itu, kata Anton berdasarkan hasil pembongkaran mesin kendaraan dan terdapat kerak thortle body, yang berdampak kepada peforma kendaraan.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *