HeadlineTulisanVideo

Uji Komparasi BBM Staf Nasmoco: Pakai Pertamax Terbukti Lebih Irit dari BBM Oktan Rendah

0

Harga bahan bakar minyak Pertamax RON-92 memang lebih mahal dari harga BBM oktan rendah sekelas Premium RON-88 maupun Pertalite RON-90. Sebab, saat membeli BBM di SPBU, harga Premium atau Pertalite memang lebih murah. Tapi setelah dipakai, BBM Pertamax terbukti lebih irit dari Premium RON-88 maupun Pertalite RON-90.

Hal itu dibuktikan Hari Purnomo, pejabat Area Technical Leader Nasmoco Group Jateng DIY,  setelah melakukan uji komparasi bahan bakar minyak Pertamax RON-92 dengan BBM oktan rendah. Dalam uji komparasi BBM ini, Hari Purnomo menggunakan mobil Toyota Calya dalam kegiatan kerja sehari-harinya selama seminggu untuk masing-masing BBM.

Hasilnya, menurut Hari Purnomo, penggunaan Pertamax terbukti lebih irit. Dalam seminggu, Hari Purnomo harus menempuh jarak sekitar 40 kilometer hingga 45 kilometer per hari dari rumah ke kantornya. Saat menggunakan BBM Pertamax, Hari Purnomo hanya mengeluarkan biaya Rp 150 ribu dalam seminggu. Sebaliknya, Hari Purnomo harus mengeluarkan biaya Rp 200 ribu saat menggunakan BBM oktan rendah di bawah oktan 92.

Artinya, menggunakan BBM oktan rendah dengan harga lebih murah ternyata belum tentu bisa menghemat biaya. Untuk itu, Hari Purnomo menyarankan, dalam memilih BBM jangan melihat harganya yang lebih murah, tapi lihat hasil dari pemakainnya.

Selain lebih irit biaya, kata Hari Purnomo, performa mobilnya juga lebih bagus saat menggunakan BBM Pertamax. Tarikan mesinnya lebih ringan dan tak perlu menginjak gas dalam-dalam. “Mobil-mobil produk terbaru sudah memakai teknologi injeksi. Sehingga membutuhkan BBM oktan tirnggi sekelas Pertamax karena memiliki rasio kompresi tinggi,” jelasnya.

Selain merasakan hasil pemakaiannya, tambah Hari Purnomo, para konsumen harus melihat rekomendasi dari pabrikan. Diengan menggunakan bahan bakar sesuai standar mesin, proses pembakarannya akan lebih efektif sehingga mampu mengurangi sisa karbon. “Kalau pembakaran sempurna, tidak ada bekas jelaganya. Jadi mesin lebih awet, performa dapat.Kalau salah pilih BBM jadi sayang karena tidak bisa maksimal menggunakan,” ujarnya.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *