HeadlineTulisan

Warga Senang Ada Pertashop di Kalimantan, Harga Pertalite di Pengecer Tembus Rp 11.000 Seliter

0

Kehadiran Pertashop di Kalimantan disambut baik masyarakat. Sebab, harga bahan bakar minyak (BBM) di tingkat pedagang eceran cukup mahal. Harga BBM eceran di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) misalnya, Pertalite dijual sampai Rp 11 ribu per liter dan Pertamax dijual Rp 13 ribu per liter.

Sementara harga BBM yang dijual di Pertashop sama persis dengan BBM yang dijual di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina. Harga Pertamax di Pertashop wilayah Kalimantan hanya Rp 9.200 ribu per liter sama dengan harga di SPBU Pertamina.

Unit Manager Comm, Rel & CSR Kalimantan, Susanto August Satria mengatakan, Pertamina kini telah membangun sebanyak 43 Pertashop di wilayah Kalimantan, untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat Indonesia terhadap kebutuhan energi yaitu BBM dan elpiji.

Pertashop ini bentuk komitmen Pertamina dalam menyalurkan energi hingga ke daerah-daerah yang cukup jauh jangkauannya ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

“Adanya Pertashop di pedesaan, masyarakat semakin mudah memperoleh produk-produk berkualitas Pertamina dengan harga sama seperti di SPBU,” katanya.

Produk yang dijual di Pertashop antara lain bahan bakar yaitu Pertamax, elpiji bright gas, dan pelumas.

Terobosan Pertashop yang sudah diimplementasikan sejak 2018 akhir di Pulau Jawa, dan kini telah hadir di Kalimantan dan sudah beroperasi sebanyak 43 titik tersebar di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur.

Di Kalimantan Selatan sembilan titik yang beroperasi, lima titik di Kabupaten Banjar. Tiga titik di Kabupaten Tanah Bumbu, dan Kabupaten Tanah Laut.

Diharapkan, dengan adanya Pertashop di level pedesaan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat karena uang belanja BBM dan elpiji dapat ditekan dan pembangunan desa juga dapat meningkat.

Pertamina mengembangkan dua pola investasi dalam pendirian Pertashop. Pertama, Pertamina yang berinvestasi dan desa yang menjalankan atau desa yang melakukan investasi melalui Bumdes dan ada rasio pembagian keuntungan. Dapat juga mengandeng swasta untuk berinvestasi.

Pertashop ini sejalan dengan program One Outlet One Village (OVOO) di mana memastikan bahwa persebaran pangkalan LPG 3 kg terdapat di masing-masing desa atau suatu daerah untuk pemerataan distribusi.

Pertashop Bensin Eceran Resmi Pertamina Modal Kecil Pemilik Bisa Raup Untung Rp7,5 Juta Perbulan

Previous article

Bisnis Pertashop Makin Menggoda: Lebih Aman dan Tahan Ledakan, Omsetnya Bisa Rp 14 Juta Sehari

Next article

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *