HeadlineTulisanVideo

Wartawan Ini Tak Pakai Premium: Alasannya Takut Sering ke Bengkel dan Takut Rampas Hak Orang Lain

0

Wartawan Makassar bernama Sukmawati Ibrahim tak mau memakai bahan bakar minyak (BBM) kotor jenis Premium RON88 karena takut sepeda motornya sering rusak dan harus keluar masuk bengkel. Alasan lainnya, kalau masih memakai Premium dinilai kurang keren karena sama halnya merampas hak orang lain.

Hal itu diungkapkan Sukmawati Ibrahim dalam Ngobrol Virtual (Ngovi) bertema BBM Berkualitas untuk Udara Lebih Bersih dan Sehat bersama PT. Pertamina dan Direktur Eksekutif Daerah Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulawesi Selatan, Muhammad Al Amin.

Dalam dialog ini, Direktur Eksekutif Daerah Walhi Sulawesi Selatan, Muhammad Al Amin megatakan bahwa semua aktivis Walhi tidak menggunakan BBM Premium. Alasannya, karena para aktivis Walhi ingin mewariskan lingkungan yang baik dan sehat bagi generasi muda mendatang. “Mbak Sukmawati pakai BBM apa?” tanya Muhammad Al Amin.

Meanggapai pertanyaan Muhammad Al Amin itu, Sukmawati Ibrahim mengatakan juga tidak menggunakan BBM Premium. “Kalau saya menggunakan Pertamax. Dari awal (pakai Pertamax) takutnya malah sering masuk bengkel, ” kata Sukmawati.

Dalam memilih BBM, Sukmawati Ibrahim mengaku mengikuti anjuran dari dealer sepeda motor atau rekomendasi pabrikan yang telah tertulis dalam pentunjuk di sepeda motor.

Namun Sukmawati Ibrahim merasa heran dengan kondisi Makassar karena 67% warganya masih gemar menggunakan BBM kotor jenis Premium.  Padahal, selain mencemari lingkungan, BBM Premium didistribusikan hanya untuk warga ekonomi lemah.

Menurut Sukmawati Ibrahim, kalau melihat data-data berbagai lembaga kondisi perekonomian Makassar terbilang bagus di banding kota besar lainnya. “Tapi kenapa dari penggunaan BBM masih menggunakan BBM tidak berkualitas?”

Untuk itu, Sukmawati Ibrahim mengajak warga Makassar untuk mengubah gaya hidup yang lebih keren dengan menunjukkan sikap ramah lingkungan dalam pengguanaan BBM. Kalau masih menggunakan Premium sama halnya erampas hak orang lain karena polusi udaranya bisa merusak lingkungan bagi generasi mendatang.

“Keren itu ramah lingkungan dan jangan merampas hak orang lain. Ketika kita menggunakan BBM berkualitas, kita tidak merampas haknya orang lain,” ujar Sukmawati Ibrahim.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *